Revolusi Alutsista: Angkatan Laut AS Luncurkan 'Marketplace' untuk Borong Kapal Perang Tanpa Awak

  • Ari Kristyono
  • Jumat, 27 Maret 2026 | 14:49 WIB
  • Default Publisher Publish by: Ari Kristyono
Ilustrasi drone laut, di masa depan Angkatan Laut AS (US Navy) akan sangat mengandalkan alutsista semacam ini
Ilustrasi drone laut, di masa depan Angkatan Laut AS (US Navy) akan sangat mengandalkan alutsista semacam ini (Foto: twz.com)

 

RIWARA.id – Departemen Angkatan Laut Amerika Serikat resmi memulai langkah radikal dalam pengadaan armada masa depan dengan meluncurkan model "marketplace" untuk kapal permukaan tak berawak (Unmanned Surface Vessel/USV). Strategi ini dirancang untuk memangkas birokrasi dan mempercepat pengadaan kapal robotik berukuran sedang yang siap tempur.

Dikutip dari laporan twz.com, Jumat (27/3/2026), Menteri Angkatan Laut AS, John Phelan, menyatakan bahwa karakter peperangan saat ini berubah dengan sangat cepat. Melalui unggahan di platform X, Phelan menegaskan bahwa sistem pengadaan harus diadaptasi agar kemampuan tempur baru bisa sampai ke tangan prajurit dalam waktu singkat.

"Kami memanfaatkan bakat dan kecerdasan sektor teknologi Amerika dengan meluncurkan kompetisi pasar untuk Keluarga Sistem Kapal Permukaan Tak Berawak Menengah (MUSV). Kami akan memberi penghargaan kepada perusahaan yang mampu memberikan kemampuan dengan kecepatan yang relevan," tulis Phelan.

Beli Jadi, Bukan Sekadar Prototipe

Berbeda dengan proyek militer konvensional yang sering memakan waktu bertahun-tahun untuk pembuatan prototipe, model marketplace ini mengincar teknologi yang sudah matang. Rebecca Gassler, Eksekutif Akuisisi Portofolio Sistem Robotika dan Otonom (PAE RAS), menjelaskan bahwa model ini memberikan penghargaan atas kinerja yang telah terbukti di laut.

"Tujuannya adalah menciptakan pasar reguler dan berulang. Kami ingin jalur langsung dari apa yang telah terbukti di perairan untuk segera dimasukkan ke dalam armada," ujar Gassler kepada awak media.

Calon penawar hanya diberi waktu sekitar tiga minggu untuk mengirimkan proposal desain yang harus sudah siap beroperasi di perairan pada akhir September 2026. Hal ini menunjukkan ambisi Pentagon untuk segera memiliki armada "kapal hantu" yang operasional dalam skala besar.

Spesifikasi Robot Laut yang Gahar

Berdasarkan pemberitahuan kontrak yang dirilis, Angkatan Laut AS menetapkan standar yang cukup berat bagi para pengembang. Kapal tak berawak (MUSV) tersebut harus memiliki jangkauan setidaknya 2.500 mil laut dengan kecepatan 25 knot, sambil membawa beban seberat 25 metrik ton di dek muatannya.

Lebih canggih lagi, ka pal-kapal ini dituntut mampu beroperasi secara otonom penuh, baik siang maupun malam, sesuai dengan regulasi internasional di laut (COLREG). Desainnya juga harus memiliki mode "senyap" tanpa emisi frekuensi radio (RF) untuk menghindari deteksi musuh, namun tetap mampu bermanuver sesuai rencana selama 5 hari berturut-turut tanpa koneksi komunikasi sama sekali.

Strategi baru ini menggantikan rencana Kapal Serang Permukaan Modular (MASC) yang diuraikan tahun lalu. Dengan pendekatan marketplace, Angkatan Laut AS berharap bisa memicu investasi swasta yang lebih masif untuk memperkuat dominasi mereka di samudra melalui teknologi robotik yang fleksibel dan modular. (*)

Angkatan Laut AS luncurkan sistem 'marketplace' untuk percepat pengadaan kapal perang tanpa awak (MUSV). Fokus pada teknologi siap tempur.

Foto Editor
Author : Ari Kristyono

Wartawan sejak era mesin ketik dan sedang terus belajar untuk menjadi jurnalis era digital.

Topic News