Duta Bangsa Berlayar: KRI Bima Suci Bawa Misi Diplomasi Keliling Asia Selama 124 Hari

  • Ari Kristyono
  • Jumat, 27 Maret 2026 | 10:32 WIB
  • Default Publisher Publish by: Ari Kristyono
Rute pelayaran KRI Bima Suci
Rute pelayaran KRI Bima Suci (Foto: Ari Kristyono)

RIWARA.id – KRI Bima Suci resmi memulai pelayaran muhibah diplomasi dan latihan praktik Kartika Jala Krida (KJK) 2026. Kapal layar tiang tinggi kebanggaan TNI Angkatan Laut ini akan menempuh perjalanan selama 124 hari guna mengelilingi rute domestik hingga mancanegara, membawa misi sebagai duta bangsa di kancah internasional.

Upacara pelepasan berlangsung khidmat di Dermaga Madura Koarmada II, Surabaya, Kamis (26/3/2026). Mewakili Pangkoarmada II Laksda TNI I Gung Putu Alit Jaya, Kepala Staf Koarmada II Laksma TNI Agam Endrasmoro melepas keberangkatan Satuan Tugas (Satgas) yang dikomandani oleh Letkol Laut (P) Sugeng Hariyanto.

Pelayaran tahun ini tergolong istimewa. Selain diikuti oleh Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) Angkatan ke-73, Satgas ini juga melibatkan 55 Cadet dari negara-negara ASEAN dan Non-ASEAN, serta enam putra-putri daerah dari Jawa Timur, DKI Jakarta, dan Sumatra Utara.

Misi Diplomasi di 10 Negara

Selama 124 hari ke depan, KRI Bima Suci dijadwalkan menempuh jarak sejauh 16.877 mil laut. Rute pelayaran meliputi Surabaya, Jakarta, Belawan, Colombo (Sri Lanka), Singapura, Ho Chi Minh (Vietnam), Shanghai (Tiongkok), Busan (Korea Selatan), Vladivostok (Rusia), Nagasaki (Jepang), Manila (Filipina), Bitung, dan berakhir kembali di Surabaya pada 28 Juli 2026.

Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali menegaskan bahwa misi ini melampaui sekadar latihan fisik bagi Taruna. "Pelayaran KRI Bima Suci adalah bagian dari diplomasi pertahanan untuk mempererat hubungan persahabatan antarnegara," ungkap Kasal dalam kesempatan terpisah.

Riwayat dan Peran: Penerus Takhta Dewaruci

KRI Bima Suci bukan sekadar kapal, melainkan simbol regenerasi kekuatan maritim Indonesia. Kapal ini dibangun di galangan kapal Freire, Spanyol, dan resmi memperkuat jajaran TNI AL pada tahun 2017 untuk meneruskan peran legendaris KRI Dewaruci yang telah mengabdi sejak 1953.

Secara teknis, Bima Suci memiliki dimensi yang lebih besar dibandingkan pendahulunya, dengan panjang 111,2 meter dan lebar 13,65 meter. Kapal ini dilengkapi dengan 26 layar yang jika dibentangkan mencapai luas 3.352 meter persegi. Nama "Bima Suci" sendiri diambil dari karakter pewayangan yang melambangkan kekuatan, kejujuran, dan perjalanan spiritual mencari kebenaran—filosofi yang diharapkan merasuk ke dalam jiwa para calon perwira.

Sejak bertugas, KRI Bima Suci berperan sebagai "Laboratorium Samudra" bagi para Taruna AAL untuk mempraktikkan navigasi astronomi serta ketahanan mental di laut lepas. Di luar negeri, kapal ini berfungsi sebagai pusat kebudayaan terapung yang kerap menyelenggarakan cocktail party dan pertunjukan seni tradisional Indonesia di setiap pelabuhan yang disinggahi, menjadikannya instrumen soft power paling efektif milik TNI AL.

Kini, dengan tiang-tiang yang menjulang tinggi, KRI Bima Suci kembali membelah ombak untuk membuktikan bahwa Indonesia adalah bangsa pelaut yang disegani dunia. (*)

KRI Bima Suci mulai pelayaran diplomasi 124 hari ke 10 negara. Simak rute Kartika Jala Krida 2026 dan sejarah kapal layar tiang tinggi TNI AL ini.

Foto Editor
Author : Ari Kristyono

Wartawan sejak era mesin ketik dan sedang terus belajar untuk menjadi jurnalis era digital.

Topic News