
JAKARTA, RIWARA.id – Pelantikan Robert Leonard Marbun sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan pada Jumat (27/3/2026) bukan hanya sekadar pergantian pejabat. Langkah ini menjadi penegasan perjalanan panjang Robert di dunia birokrasi dan peran strategisnya dalam pengelolaan keuangan negara.
Sejak awal kariernya, Robert telah menunjukkan dedikasi yang konsisten di Kementerian Keuangan, terutama di bidang kepabeanan dan kebijakan fiskal. Dari staf pengawas hingga direktur yang membawahi kerja sama lintas lembaga, perjalanan kariernya menjadi salah satu contoh birokrat yang fokus dan profesional.
Awal Karier dan Pendidikan
Robert Leonard Marbun lahir di Medan, 23 Juni 1970. Pendidikan Sarjana Hubungan Internasional ditempuh di Universitas Padjajaran, Bandung, sebelum melanjutkan studi ke Jepang. Di Negeri Sakura, Robert meraih gelar Master of Policy Analysis (MPA) dari Saitama University pada 2000 dan Doctor of Philosophy in Economics dari Kobe University pada 2004.
Latar belakang akademik ini memberinya perspektif global dalam kebijakan ekonomi dan keuangan negara. Kemampuan analitis yang diperoleh dari pendidikan internasional menjadi modal penting bagi kariernya di birokrasi.
Pengalaman di Kemenkeu
Karier Robert di Kementerian Keuangan dimulai sebagai Tenaga Pengkaji Bidang Pengawasan dan Penegakan Hukum Kepabeanan dan Cukai pada 2011. Tahun berikutnya, ia dipercaya menjadi Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Sula wesi. Posisi ini memberinya pengalaman langsung dalam mengelola operasional kepabeanan di wilayah strategis Indonesia.
Pada April 2015, Robert diangkat sebagai Direktur Kepabeanan Internasional, dan setahun kemudian menjadi Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga. Jabatan ini menuntut koordinasi lintas kementerian dan lembaga, memperluas wawasan Robert tentang kebijakan fiskal, perdagangan internasional, dan kerja sama lintas institusi.
Puncak sebelum pelantikan terjadi pada 17 Juli 2018, ketika ia diangkat sebagai Staf Ahli Bidang Kebijakan Penerimaan Negara Kementerian Keuangan. Jabatan ini membuatnya terlibat langsung dalam merancang dan mengawasi kebijakan penerimaan negara, termasuk optimalisasi pajak dan kepabeanan, yang menjadi kunci stabilitas fiskal nasional.
Pengalaman Lintas Lembaga
Selain Kemenkeu, Robert juga pernah menjabat sebagai Staf Ahli Bidang Hubungan Kelembagaan di Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Pengalaman lintas lembaga ini menjadi nilai tambah bagi Robert, terutama dalam memastikan koordinasi kebijakan ekonomi dan investasi berjalan efektif.
Tantangan dan Fokus Sekjen Baru
Sebagai Sekjen, Robert akan menghadapi tugas strategis dalam mengelola birokrasi internal, memastikan penerapan kebijakan berjalan efektif, dan mendukung agenda reformasi fiskal pemerintah. Selain itu, penguatan kapasitas SDM dan digitalisasi proses administrasi menjadi fokus penting untuk meningkatkan responsivitas kementerian terhadap dinamika ekonomi global.
“Dengan pengalaman panjang dan kompetensi akademik yang dimiliki, Sekjen baru diharapkan mampu membawa Kementerian Keuangan menjadi lebih a daptif, inovatif, dan responsif terhadap tantangan ekonomi ke depan,” ujar Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.
Pelantikan Robert Leonard Marbun sebagai Sekjen Kemenkeu bukan hanya pergantian formal, tetapi juga simbol kontinuitas birokrasi profesional. Dengan rekam jejak yang panjang, pendidikan internasional, dan pengalaman lintas lembaga, Robert diharapkan mampu memperkuat pengelolaan internal Kemenkeu, mendukung reformasi fiskal, dan menghadirkan kebijakan yang tepat sasaran bagi pembangunan nasional.*
Inung R Sulistyo


Profil Robert Leonard Marbun, Sekjen baru Kementerian Keuangan, menelusuri karier panjang dari kepabeanan hingga jabatan strategis. Rekam jejak, pendidikan, dan tantangan yang dihadapi di posisi baru.