KF-21 Boramae vs F-35: Benarkah Jet Tempur Korsel-Indonesia Bisa Tandingi Siluman Amerika?

  • Ari Kristyono
  • Sabtu, 28 Maret 2026 | 12:43 WIB
  • Default Publisher Publish by: Ari Kristyono

 

Pesawat tempur F-35 (kiri) dan pesawat tempur KF-21 Boramae (kanan)
Pesawat tempur F-35 (kiri) dan pesawat tempur KF-21 Boramae (kanan) (Foto: Airforce-technology)

 

RIWARA.id – Peluncuran produksi massal KF-21 Boramae oleh Korea Selatan memicu perdebatan sengit di kalangan pengamat militer global. Muncul pertanyaan mendasar: apakah jet tempur yang dikembangkan bersama Indonesia ini benar-benar mampu menantang dominasi F-35 Lightning II milik Amerika Serikat, ataukah ia hanya sekadar alternatif "ekonomis" di pasar global?

Secara kasta, F-35 adalah jet tempur generasi kelima murni dengan kemampuan stealth (siluman) total. Sementara itu, KF-21 Boramae secara resmi dikategorikan sebagai generasi 4.5. Meski tampilannya sangat mirip dengan F-35, ada perbedaan fundamental dalam filosofi desain dan operasional keduanya.

Adu Siluman: Internal vs Eksternal

Perbedaan paling mencolok terletak pada penyimpanan senjata. F-35 menyimpan seluruh rudalnya di dalam perut (inte rnal weapon bay) untuk meminimalkan pantulan radar. Sebaliknya, pada fase awal ini, KF-21 masih membawa persenjataan di gantungan luar (external pylons).

"KF-21 memiliki bentuk fisik yang sangat aerodinamis dan material penyerap radar yang baik, namun selama rudalnya masih tergantung di luar, ia tidak akan pernah benar-benar menjadi 'hantu' yang tidak terlihat seperti F-35," tulis analisis militer dari airforce-technology.com.

Keunggulan KF-21: Kecepatan dan Biaya Perawatan

Namun, bukan berarti KF-21 kalah segalanya. KF-21 dirancang dengan mesin ganda (twin-engine) yang memberikan kecepatan maksimal lebih tinggi (Mach 1.8) dibandingkan F-35 yang bermesin tunggal (Mach 1.6).

Bagi negara seperti Indonesia, daya tarik utama KF-21 adalah biaya operasional. Biaya terbang per jam F-35 sangatlah mahal dan sistemnya sangat tertutup ( black box), di mana pemeliharaannya sangat bergantung pada izin Washington. KF-21 menawarkan kemandirian teknologi yang lebih besar dan kemudahan integrasi senjata lokal bagi negara mitranya.

Jembatan Menuju Generasi Kelima

Pihak Korea Aerospace Industries (KAI) sendiri menegaskan bahwa KF-21 adalah proyek jangka panjang. Versi yang diproduksi massal sekarang adalah "Blok 1", yang nantinya akan dikembangkan menjadi "Blok 2" dengan internal weapon bay. Artinya, KF-21 dipersiapkan untuk berevolusi menjadi jet siluman penuh di masa depan.

Kesimpulannya, jika harus berduel hari ini, F-35 masih memegang kendali ruang udara berkat keunggulan sensor dan teknologi silumannya. Namun, KF-21 Boramae adalah ancaman nyata bagi dominasi pasar pesawat tempur kelas menengah. Ia menawarkan 80% kemampuan F-35 dengan harga dan biaya perawatan yang jauh lebih bersahabat, tanpa kekhawatiran embargo politik yang ketat. (*)

Perbandingan KF-21 Boramae vs F-35. Apakah jet tempur Korsel-Indonesia ini mampu menandingi teknologi siluman Amerika? Simak ulasannya.

Foto Editor
Author : Ari Kristyono

Wartawan sejak era mesin ketik dan sedang terus belajar untuk menjadi jurnalis era digital.

Topic News