Indonesia Jadi Salah Satu Negara dengan Kasus Hepatitis B Terbanyak di Dunia, Ayo Kenali Gejalanya agar Tidak Berujung Kanker Hati

Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:14 WIB
Indonesia Menjadi Salah Satu Negara dengan Kasus Hepatitis B Terbanyak di Dunia
Indonesia Menjadi Salah Satu Negara dengan Kasus Hepatitis B Terbanyak di Dunia (Foto: Instagram.com/@kemenkes_ri)

RIWARA.id – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) merilis data jika Indonesia menjadi salah satu negara dengan kasus Hepatitis B terbanyak di dunia. Sayangnya, sekitar 90% penderitanya tidak menyadari jika terinfeksi. Sebab, virus ini bekerja secara diam-diam tanpa gejala awal yang jelas.

Penularannya juga sering terjadi dari ibu ke bayi, saat melahirkan atau lewat kontak darah. Hepatitis B sering kali tidak bergejala, sehingga banyak orang yang tidak menyadari jika dirinya telah terinfeksi.

Apabila virus Hepatitis B menetap di dalam tubuh, infeksi dapat berkembang menjadi hepatitis kronis. Peradangan yang berlangsung dalam waktu lama akan merusak sel-sel hati secara perlahan.

Hepatitis B yang tidak terdeteksi dan tidak ditangani sejak dini dapat berkembang menjadi sirosis (pengerasan hati) hingga kanker hati.

Akibat seringnya terjadi tanpa gejala, maka deteksi dini melalui skrining penting untuk mengetahui apakah seseorang terinfeksi Hepatitis B. Skrining ini dilakukan pada semua ibu hamil untuk mencegah penularan dari ibu ke bayi, serta dianjurkan bagi kelompok yang berisiko.

Dilansir Riwara.id dari akun Instagram @kemenkes_ri, Selasa 11 Agustus 2026, berikut ini adalah kelompok yang berisiko mengalami Hepatitis B:

- Orang yang melakukan hubungan seksual yang berisiko tanpa pengaman.

- Ibu atau saudara kandung dengan Hepatitis B.

- Pernah reaktif HBsAg (Hepatitis B Surface Antigen).

- Memiliki riwayat transfusi darah atau cuci darah.

- Pengguna obat-obatan terlarang dengan suntikan.

- Orang dengan HIV (ODHIV).

Pencegahan penyebaran Hepatitis B dan pengobatan bisa dilakukan dengan deteksi dini. Semakin cepat terdeteksi, maka penanganan dapat dilakukan untuk mengurangi risiko kerusakan hati yang lebih berat dan risiko komplikasi.

Pemeriksaan juga bisa dilakukan dengan memanfaatkan Cek Kesehatan Gratis (CKG), karena saat ini semua puskesmas sudah bisa melakukan tes HBsAg untuk skrining Hepatitis B. Jika hasil skrining terdapat faktor risiko atau indikasi tertentu, maka tenaga kesehatan akan menentukan apakah diperlukan pemeriksaan lanjutan.

Itulah ulasan tentang kasus Hepatitis B di Indonesia. Untuk mendapatkan informasi tentang kesehatan lainnya, bisa kunjungi langsung akun Instagram @kemenkes_ri.

Indonesia menjadi salah satu negara dengan kasus Hepatitis B terbanyak di dunia. Virus ini bekerja secara diam-diam tanpa adanya gejala awal.

Foto Editor
Ayu Abriyani -

Jurnalis dari Kota Solo yang fokus pada isu pendidikan, sosial dan kemasyarakatan.

 Stories