RIWARA.id – Fenomena Gerhana Matahari Total akan terjadi pada 12 Agustus 2026. Namun, apakah fenomena langka ini dapat disaksikan di wilayah Indonesia? Simak penjelasannya dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) berikut ini.
Sebagai informasi, Gerhana Matahari Total adalah peristiwa terhalangnya cahaya matahari oleh bulan sehingga tidak semua cahaya sampai ke bumi. Fenomena ini terjadi ketika matahari, bulan, dan bumi tepat segaris sehingga seluruh piringan matahari tertutup oleh bulan.
Saat terjadi puncak gerhana, wilayah bumi yang berada di jalur bayangan inti (umbra) yang mengalami siang hari akan berubah menjadi gelap selama beberapa saat.
Lalu, saat terjadi Gerhana Matahari Total pada 12 Agustus 2026, apakah dapat disaksikan di wilayah Indonesia? Sayangnya tidak.
Dilansir Riwara.id dari akun Instagram @infobmkg, Selasa 11 Agustus 2026, wilayah yang dapat mengamati Gerhana Matahari Total adalah Eropa, Rusia Bagian Utara, Afrika bagian Barat Laut, dan Benua Amerika Bagian Utara karena jalur totalitasnya terletak di belahan bumi utara.
Meskipun tidak terlihat di Indonesia, gerhana matahari total tetap menjadi fenomena astronomi yang menarik untuk dipelajari sebagai bagian dari edukasi dan literasi masyarakat.
Peristiwa Gerhana Matahari Total di Indonesia
Indonesia pernah dilewati beberapa kali peristiwa Gerhana Matahari Total. Dalam catatan sejarah, fenomena alam langka ini terjadi pada tahun 1983, 1995, dan 2016.
- Gerhana Matahari Total pada 11 Juli 1983
Fenomena ini dapat disaksikan di sebagian besar wilayah Pulau Jawa (Yogyakarta, Solo, Semarang), Sulawesi, dan Papua. Dalam peristiwa ini, pemerintah melarang masyarakat untuk melihat langsung fenomena langka tersebut untuk menghindari kebutaan mata.
- Gerhana Matahari Total pada 24 Oktober 1995
Fenomena ini dapat disaksikan di Kepulauan Sangir Talaud, Sulawesi Utara serta Harmahera, Maluku.
- Gerhana Matahari Total pada 9 Maret 2016
Fenomena langka ini dapat disaksikan di 11 provinsi di Indonesia. Mulai dari Sumatra Barat, Bengkulu, Jambi, Sumatra Selatan, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, hingga Maluku Utara. Pengataman secara besar-besaran dilakukan di berbagai daerah.
Tidak seperti Gerhana Bulan, fenomena Gerhana Matahari Total sebaiknya tidak dilihat secara langsung tanpa alat pelindung. Sebab, dampak radiasi dari fenomena ini dapat membakar sel retina dan menyebabkan kerusakan mata permanen.
Gerhana Matahari Total akan terjadi pada 12 Agustus 2026. Namun, fenomena langka ini hanya bisa disaksikan di belahan bumi utara.