Dua Pekan Jadi Buron, DPO Pembacokan Ambyar Superclub Surabaya, Akhirnya Serahkan Diri ke Polrestabes

Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:13 WIB
DPO pembacokan di Cafe Ambyar menyerahkan diri ke polisi
DPO pembacokan di Cafe Ambyar menyerahkan diri ke polisi (Foto: Kreator AI)

SURABAYA, RIWARA.id - Pelarian Laurens Lekatompessy alias Pace (24), terduga pelaku pembacokan terhadap dua petugas valet tempat hiburan Ambyar Superclub Surabaya, berakhir. Setelah dua pekan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), pemuda asal Latulahat, Nusaniwe, Kota Ambon ini akhirnya menyerahkan diri ke Polrestabes Surabaya.

Laurens mendatangi Satreskrim Polrestabes Surabaya pada Minggu, 9 Agustus 2026, malam dengan didampingi pihak keluarganya. Saat ini, penyidik masih melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap pelaku.

Kasi Humas Polrestabes Surabaya AKP Hadi Ismanto, mewakili Kanitresmob Satreskrim Polrestabes Surabaya AKP I Made Sutanaya, membenarkan kabar penyerahan diri tersebut.

“Iya benar, hari Minggu malam yang bersangkutan datang bersama keluarga. Saat ini masih dalam proses pemeriksaan intensif,” ujar AKP Hadi, Selasa, 11 Agustus 2026.

Sempat Jadi DPO dan Disebar Ciri-Cirinya

Sebelumnya, Satreskrim Polrestabes Surabaya menetapkan Laurens sebagai DPO atas kasus penganiayaan berat dan pembacokan terhadap dua petugas valet, yakni Feri (25) dan Didik (28).

Untuk mempercepat proses penangkapan, polisi sempat menyebarkan identitas dan ciri-ciri fisik pelaku kepada masyarakat luas. Dalam selebaran DPO, Laurens diketahui memiliki:

  • Tinggi badan: 165–170 cm
  • Bentuk tubuh: Sedang
  • Rambut: Pendek, ikal, berwarna hitam
  • Warna kulit: Sawo matang

Diultimatum Kapolrestabes Surabaya

Penetapan status buron ini tak lepas dari atensi langsung Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan. Sebelumnya, Kombes Luthfie telah memerintahkan Kasatreskrim AKBP David Manurung untuk bergerak cepat memburu pelaku hingga tuntas.

“Saya perintahkan kepada Kasat Serse segera lakukan langkah-langkah. Cari, tangkap, dan proses,” tegas Luthfie melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @luthfie.daily, Rabu (5/8/2026).

Tak hanya itu, Kapolrestabes juga memberikan ultimatum keras agar pelaku segera menyerahkan diri sebelum diambil tindakan tegas oleh petugas di lapangan.

"Kita berikan ultimatum agar segera menyerahkan diri. Polisi akan terus mencari sampai di manapun karena identitas dan ciri-cirinya sudah kita kantongi. Lebih baik menyerahkan diri," tambahnya saat itu.

Pendalaman Motif Kasus Pembacokan

Dengan menyerahkan dirinya Laurens Lekatompessy, penyidik Polrestabes Surabaya kini memfokuskan pemeriksaan untuk mendalami motif utama serta kronologi lengkap aksi pembacokan yang menimpa Feri dan Didik. Pihak kepolisian berjanji akan memproses kasus ini sesuai dengan hukum dan ketentuan yang berlaku. ***

Pelarian Laurens Lekatompessy (24), DPO pelaku pembacokan dua petugas valet Ambyar Superclub Surabaya, berakhir usai menyerahkan diri ke Polrestabes Surabaya.

Editor
Ali Mahfud -

Jurnalis dan analis internasional, mengurai dinamika geopolitik, ekonomi global, dan konflik dunia dengan ketajaman dan kedalaman.

 Stories