RIWARA.id – Sebanyak 245 pelajar dari sekolah dan perguruan tinggi di Singapura dirujuk ke Otoritas Ilmu Kesehatan (HSA) akibat terlibat kasus penggunaan vape atau rokok elektrik selama kurun waktu 1 April hingga 30 Juni 2026.
Langkah tegas ini merupakan bagian dari razia besar-besaran yang terus digencarkan pemerintah Singapura untuk memberantas tren penggunaan rokok sintetis di kalangan anak muda.
Dalam pernyataan bersama Kementerian Kesehatan (MOH) dan HSA pada Selasa (11/8/2026), dilaporkan pula bahwa lebih dari 480 anak muda telah mendapatkan konseling khusus untuk menghentikan kebiasaan merokok dan vaping.
Selain merilis data penindakan, pemerintah Singapura mengumumkan penutupan program bantuan sukarela pendaftaran terapi penghentian penyalahgunaan etomidate atau 'QuitVape' mulai 1 September 2026 mendatang akibat penurunan jumlah partisipan.
Seperti dilaporkan Stomp, dalam evaluasi situasi penindakan rokok elektrik pada kuartal kedua 2026, petugas gabungan menangkap total 2.428 orang atas kepemilikan serta penggunaan vaporizer.
Dari ribuan pelanggar tersebut, sebanyak 1.971 orang atau sekitar 81 persen merupakan pengguna vape reguler.
Sementara itu, sisa 457 orang lainnya terbukti mengonsumsi pods vape yang mengandung zat berbahaya etomidate.
Rata-rata penindakan kasus vape per bulan pada kuartal kedua tercatat sebanyak 809 kasus, turun sekitar 30 persen jika dibandingkan periode Juni-Agustus tahun lalu yang mencapai 1.219 kasus per bulan.
Penurunan angka pelanggaran ini diklaim terjadi sebagai dampak dari penerapan aturan hukum yang jauh lebih ketat sejak September 2025 lalu.
Selain menyasar pengguna, otoritas perbatasan Singapura juga menyita lebih dari 3.900 unit vaporizer beserta komponennya di pintu-pintu masuk perbatasan darat, laut, dan udara.
Dalam rentang waktu yang sama, sembilan orang resmi dijerat hukum atas tuduhan impor serta pemasok vape etomidate, sementara 14 orang lainnya telah divonis bersalah oleh pengadilan.
Enam dari sembilan tersangka impor diduga kuat tergabung dalam sindikat kejahatan lintas negara dengan nilai barang bukti vape etomidate yang disita mencapai 880.000 dolar Singapura.
Salah satu pelaku yang divonis terbukti menyimpan 802 pod etomidate siap edar dan dijatuhi hukuman penjara selama 16 bulan lima minggu.
Tak hanya di perbatasan, razia ketat juga menjaring 49 orang pelanggar yang nekat mengonsumsi rokok elektrik saat berada di area transportasi umum.
Pemerintah juga memblokir lebih dari 600 konten serta pendaftaran jual-beli rokok elektrik di berbagai platform e-commerce dan media sosial.
Guna memberikan efek jera sekaligus pemulihan, sebanyak 264 orang pelanggar kini telah dimasukkan ke dalam program rehabilitasi resmi. (*)
Sebanyak 245 pelajar di Singapura tertangkap pakai vape. Pemerintah perketat razia perbatasan dan sita ribuan pods etomidate.