HUT ke-16 Car Free Day Solo: Wali Kota Respati Larang Keras Merokok dan Sentil Masalah Sampah

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:19 WIB
Wali Kota Solo Respati Ardi menjajal permainan roller skate di area Car Free Day Jalan Slamet Riyadi
Wali Kota Solo Respati Ardi menjajal permainan roller skate di area Car Free Day Jalan Slamet Riyadi (Foto: Humas)

RIWARA.id – Wali Kota Solo, Respati Ardi, melarang keras aktivitas merokok di sepanjang jalur Car Free Day (CFD) Jalan Slamet Riyadi demi melindungi anak-anak dan ibu hamil dari paparan asap racun. Tegasan ini disampaikan langsung di sela-sela perayaan momentum genap 16 tahun berjalannya ruang publik bebas kendaraan bermotor tersebut pada Minggu (21/6/2026).

Langkah preventif ini diambil menyusul hasil evaluasi mendalam terkait kenyamanan dan kesehatan lingkungan selama CFD berlangsung. Pemerintah Kota (Pemkot) Solo ingin memastikan kawasan ini benar-benar steril dan menjadi ruang terbuka hijau yang ramah bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa polusi baru.

Selain masalah asap rokok, Respati juga menyoroti tajam tumpukan sampah yang kerap ditinggalkan oleh pengunjung dan oknum pedagang nakal usai acara. Menurutnya, kesadaran menjaga kebersihan lingkungan masih menjadi pekerjaan rumah (PR) besar yang harus diselesaikan bersama demi estetika Kota Solo.

Ia meminta seluruh elemen masyarakat untuk saling mengingatkan satu sama lain ketika melihat pelanggaran di lapangan. Petugas di lapangan juga tidak akan segan menegur atau memberikan tindakan bagi warga yang nekat mengotori area publik maupun yang kedapatan mengisap rokok.

Evaluasi ketat ini bukan tanpa alasan, sebab CFD Solo kini telah menjelma menjadi destinasi wisata akhir pekan ikonik yang mempertemukan ribuan orang. Jika masalah kebersihan dan polusi asap tidak ditangani secara masif, kualitas kesehatan publik di area rekreasi tersebut dipertaruhkan.

Di luar catatan evaluasi itu, orang nomor satu di Solo ini tetap bersyukur karena iklim CFD Solo sejauh ini dinilai aman dan nyaman bagi warga lokal maupun wisatawan. Kehadiran ruang publik ini secara konsisten mampu memicu perubahan gaya hidup masyarakat urban menjadi jauh lebih sehat melalui aktivitas olahraga pagi.

Dalam kesempatan yang sama, Respati menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih mendalam kepada inisiator awal CFD Solo, yakni Presiden RI ke-7, Joko Widodo. Momentum ulang tahun ke-16 CFD Solo ini ternyata bertepatan dengan hari ulang tahun sang mantan wali kota ke-16 tersebut.

Karya nyata yang dirintis sejak belasan tahun lalu itu terbukti memberikan efek domino yang luar biasa bagi perekonomian kota. Sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) lokal mendapatkan panggung strategis untuk meraup omzet tinggi setiap pekan, sehingga memutar roda ekonomi dari akar rumput.

Respons positif dari pelaku usaha membuat perputaran uang di koridor Slamet Riyadi selalu melonjak tajam setiap Minggu pagi. Komoditas kuliner, kerajinan, hingga pakaian khas Solo menjadi komoditas utama yang paling diburu oleh para pengunjung.

 

Ke depan, Pemkot Solo berkomitmen penuh untuk terus memperluas dan mengembangkan konsep hari bebas kendaraan ini. Langkah perluasan ini dilakukan untuk mengakomodasi antusiasme warga yang semakin tinggi terhadap ruang publik terbuka.

Pemerintah setempat juga telah menyiapkan zonasi khusus olahraga di kawasan Stadion Manahan sebagai langkah perluasan wilayah interaksi. Strategi ini diharapkan mampu mengurai kepadatan massa yang selama ini hanya bertumpu di satu titik pusat kota saja.

Melalui penambahan luasan kawasan steril kendaraan ini, masyarakat Solo diharapkan memiliki lebih banyak pilihan fasilitas untuk menjaga kebugaran fisik. Pemkot Solo menargetkan kota ini menjadi pelopor kawasan perkotaan yang mengedepankan gaya hidup sehat berkelanjutan terkemuka di Indonesia. (*)

 

Wali Kota Respati larang merokok & sentil masalah sampah di HUT ke-16 CFD Solo. Kawasan Slamet Riyadi wajib ramah anak dan ibu hamil.

Foto Editor
Ari Kristyono -

Wartawan sejak era mesin ketik dan sedang terus belajar untuk menjadi jurnalis era digital.

 Stories