Sebanyak 4,48 Juta Anak Indonesia Masih Mengalami Stunting, Salah Satu Faktor Pemicunya Toilet yang Buruk

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 15:30 WIB
Ilustrasi - Masih Ada 4,48 Juta Anak Indonesia yang Mengalami Stunting
Ilustrasi - Masih Ada 4,48 Juta Anak Indonesia yang Mengalami Stunting (Foto: Instagram.com/@danantara.indonesia.trust)

RIWARA.id – Indonesia telah berhasil menurunkan angka stunting dalam satu dekade terakhir. Namun, ternyata masih ada 4,48 juta anak yang diperkirakan mengalami stunting. Seperti diketahui, stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada anak.

Penyebab utama stunting adalah kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu lama akibat nutrisi yang tidak cukup dan infeksi yang berulang. Kondisi stunting bagi anak bisa mengakibatkan kemampuan belajar yang rendah, perkembangan otak yang kurang optimal, daya tahan tubuh lemah, serta berbagai potensi masalah kesehatan dalam jangka panjang.

Sesuai data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), prevalensi stunting berhasil turun drastis dari 37,2% pada tahun 2013, dan ke level 19,8% pada tahun 2024. Namun, 19,8% bukanlah angka yang kecil, karena masih ada 4,48 juta anak Indonesia yang diperkirakan mengalami stunting.

Dilansir Riwara.id dari akun Instagram @danantara.indonesia.trust, Sabtu 8 Agustus 2026, mereka yang mengalami stunting seringkali berasal dari kelompok paling rentan.

Ada sejumlah faktor yang memicu terjadinya stunt ing pada anak yaitu kemiskinan, sanitasi buruk, tingkat pendidikan ibu yang masih rendah, serta terbatasnya akses pangan. Hal itu menjadi masalah struktural sehingga menghambat pencegahan stunting.

Toilet yang Buruk

Meskipun terkesan sepele, sanitasi yang tidak sehat atau toilet yang buruk ternyata menjadi salah satu faktor pemicu stunting. Sesuai data dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, ada sekitar 7 juta orang Indonesia yang masih Buang Air Besar Sembarangan (BABS).

BABS dapat menularkan penyakit diare dan berpotensi menyebabkan stunting. Hal ini membahayakan anak bahkan sejak dalam kandungan. Toilet yang tidak sehat dapat menyebabkan infeksi sehingga anak menjadi sering sakit dan berdampak pada risiko stunting yang lebih tinggi.

Saat ini, hanya sekitar 10% masyarakat Indonesia yang telah memiliki sanitasi aman dan 85% yang telah memiliki sanitasi layak. Sanitasi aman disini berarti kotoran tidak hanya ditampung, tetapi juga diolah dengan benar sampai tidak mencemari air dan lingkungan sekitar. Sementara, sanitasi layak yaitu terdapat kloset dan septic tank.

Untuk itu, pemerintah terus berupaya memperbaiki sanitasi yang menjadi fondasi bagi kesehatan masyarakat. Salah satu upaya tersebut dengan program WASH (Water, Sanitation, and Hygiene). Ini adalah program global atau berbasis komunitas yang bertujuan menyediakan akses air minum aman, memperbaiki sanitasi yang layak, serta mengedukasi kebiasaan hidup bersih kepada masyarakat.

Pemerintah berharap dengan adanya akses air bersih, sanitasi yang aman, serta perilaku hidup sehat di masyarakat dapat menjadi fondasi kesehatan jangka panjang.

Ada 19,8 persen atau 4,48 juta anak Indonesia yang diperkirakan masih mengalami stunting. Selain gizi, salah satu faktor yang mempengaruhi stunting adalah sanitasi yang buruk.

Foto Editor
Ayu Abriyani -

Jurnalis dari Kota Solo yang fokus pada isu pendidikan, sosial dan kemasyarakatan.

 Stories