RIWARA.id - Program imunisasi dari pemerintah telah menyelamatkan jutaan nyawa, namun memastikan setiap dosis sampai ke pelosok daerah bukanlah hal yang mudah.
Sesuai data di Kementerian Kesehatan (Kemenkes), cakupan imunisasi di Indonesia kini telah mencapai 80,2%. Dampak dari capaian imunisasi tersebut dapat mencegah kematian, penyakit menular, serta cacat dan sakit berat.
Selain itu, imunisasi juga mampu membentuk herd immunity dan menahan beban ekonomi negara dari pencegahan penyakit.
Meskipun persentase cakupan imunisasi di Indonesia cukup besar, namun masih ada 960.000 anak yang belum pernah mendapatkan imunisasi.
Dilansir Riwara.id dari akun Instagram @danantara.indonesia.trust, Sabtu 8 Agustus 2026, penyebab belum tersalurnya imunisasi secara menyeluruh adalah:
- Vaksin harus tetap dingin sepanjang perjalanan dari pusat hingga ke daerah, bahkan di desa terpencil. Sementara, Indonesia adalah negara yang terdiri dari ribuan pulau.
- Distribusi vaksin untuk imunisasi ke daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) masih sulit dijangkau.
- Ketersediaan cold storage di Indonesia yang masih terbatas.
- Kurangnya tenaga kesehatan yang sudah terlatih dalam memberikan vaksin untuk imunisasi.
- Ada ketergantungan impor vaksin untuk imunisasi yang menyebabkan kerentanan pasokan.
Imunisasi telah menyelamatkan 3,5 hingga 5 juta nyawa setiap tahunnya dari penyebaran penyakit berbahaya.
Selama lebih dari 50 tahun, tim Kemenkes bersama dengan jejaring posyandu di seluruh Indonesia telah menyalurkan vaksin untuk imunisasi sebagai upaya mencegah penyakit mematikan.
Vaksin Heksavalen
Lalu, mulai Oktober 2025, pemerintah memiliki inovasi baru untuk mengurangi jumlah suntikan dan mempercepat kekebalan dalam imunisasi. Kemenkes mulai membagikan vaksin Heksavalen untuk bayi berusia 2-4 bulan.
Vaksin ini merupakan vaksin kombinasi yang melindungi dari 6 penyakit sekaligus yaitu Difteri, Tetanus, Pertusis (batuk rejan), Hepatitis B, Polio, dan Haemophilus Influenzae tipe B (Hib).
Pemerintah melalui Kemenkes terus berupaya untuk menjaga ketersediaan vaksin Heksavalen dan memperkuat infrastruktur rantai dingin (cold chain), agar vaksin dapat didistribusikan dalam keadaan optimal.
Pemerintah berharap optimalnya distribusi vaksin untuk imunisasi hingga ke wilayah 3T bisa menjadi investasi jangka panjang bagi masa depan anak-anak Indonesia.
Dari data di Kemenkes, sebanyak 960.000 anak Indonesia belum pernah mendapatkan imunisasi. Ada beberapa faktor, salah satunya distribusi vaksin yang masih sulit menjangkau wilayah 3T.