RIWARA.id – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi Fenomena El Nino berpotensi mencapai level sangat kuat dan memicu musim kemarau yang lebih kering, serta berkepanjangan di sejumlah wilayah di Indonesia.
Untuk itu, BMKG bersama pemerintah memperkuat mitigasi bencana dengan fokus menjaga ketersediaan air melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), serta mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Melalui koordinasi lintas sektor, BMKG berupaya melakukan pengambilan keputusan berbasis data untuk meningkatkan ketahanan air, menjaga sektor strategis, dan memperkuat kesiapsiagaan nasional dalam menghadapi berbagai potensi bencana hidrometeorologi.
Terkait kondisi tersebut, Presiden Prabowo Subianto memipin langsung Rapat Koordinasi Penanganan Cuaca Ekstrem dan Penanganan Bencana di Istana Merdeka, Selasa 28 Juli 2026. Dalam rapat tersebut, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyatakan dari hasil pemantuan terkini, Fenomena El Nino 2026 telah aktif dan saat ini memasuki El Nino kuat, serta diprediksi berpotensi mencapai level sangat kuat.
Fenomena itu berpotensi menyebabkan musim kemarau yang lebih kering dan berlangsung lebih panjang di sejumlah wilayah di Indonesia. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko kekeringan, karhutla, serta berdampak pada ketahanan pangan, energi, dan ketersediaan sumber daya air.
Rapat koordinasi ini bertujuan menjaga keberlangsungan aktivitas masyarakat, mendukung ketahanan pangan dan energi nasional, serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana selama musim kemarau hingga memasuki periode musim hujan.
Jadwal Puncak Musim Kemarau 2026
Berdasarkan prediksi dari BMKG, puncak musim kemarau di Indonesia berlangsung mulai bulan Juli hingga September 2026. Namun, perlu diketahui jika tidak semua wilayah di Indonesia mengalami puncak musim kemarau pada waktu yang sama.
Berikut ini jadwal puncak musim kemarau di Indonesia yang dilansir Riwara.id dari akun Instagram @infobmkg, Rabu 29 Juli 2026:
- Bulan Juli 2026: Sebagian Sumatra, Sebagian kecil Kalimantan dan Jawa, NTT bagian selatan, Sulawesi Barat bagian utara, Sulawesi Tengah bagian barat, sebagian kecil Maluku, Papua barat Daya bagian selatan, Papua Barat bagian tengah, dan Papua bagian timur.
- Bulan Agustus 2026: Sumatra bagian tengah, sebagian besar Jawa, Bali, NTB, sebagian NTT, Sebagian besar Kalimantan, sebagian Sulawesi, sebagian Maluku dan Maluku Utara, serta sebagian besar Pulau Papua.
- Bulan September 2026: Kepulauan Bangka Belitung, sebagian besar Sumatra Selatan, Lampung, sebagian kecil Jawa, sebagian besar NTT, Kalimantan bagian selatan, sebagian besar Sulawesi, sebagian besar Maluku Utara, sebagian Maluku, dan Papua Pegunungan bagian tengah.
BMKG memprediksi Fenomena El Nino 2026 memicu kemarau panjang. Presiden Prabowo Subianto gelar Rapat Pencegahan Bencana di Istana Merdeka.