Persiapkan Penerapan WFA, Kemenag Susun Strategi Pengadaan dan Mutasi ASN

  • Ayu Abriyani
  • Minggu, 29 Maret 2026 | 22:17 WIB
  • Default Publisher Publish by: Ayu Abriyani
Ilustrasi - Manajemen ASN untuk Persiapan WFA
Ilustrasi - Manajemen ASN untuk Persiapan WFA (Foto: Riwara.id)

RIWARA.id - Seusai Libur Hari Raya Idulfitri, Pemerintah Pusat berencana menerapkan Work from Anywhere (WFA). Kebijakan itu bertujuan untuk penghematan energi dalam negeri.

Terkait rencana tersebut, Kementerian Agama (Kemenag) melakukan percepatan perumusan strategi pengadaan dan mutasi Aparatur Sipil Negara (ASN), sehingga mampu mendukung tata kelola kepegawaian yang transformatif.

Upaya ini disampaikan Kepala Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Kemenag, Muhammad Zain, dalam rapat yang digelar oleh Bagian Pengadaan dan Mutasi ASN pada Rabu 25 Maret 2026.

Muhammad Zain menyatakan kebutuhan ASN yang komprehensif dan jangka panjang perlu segera dibahas karena dinilai krusial.

Menurutnya, proyeksi kebutuhan pegawai hingga 5 – 10 tahun ke depan perlu dipertibangkan mulai saat ini. Termasuk integrasi data pensiun dan kebutuhan tenaga pendidik di seluruh satuan kerja di bawah binaan Kemenag.

“Rencana manajemen ASN harus berbasis data dan terintegrasi, sehingga mampu mengantisipasi dinamika organisasi. Termasuk pemekaran satuan kerja dan kebutuhan tenaga pengajar,” tutur Zain yang dikutip Riwara.id dari laman kemenag.go.id, Minggu 29 Maret 2026.

Ia juga menyebut jika penguatan manajemen talenta ASN menjadi salah satu prioritas yang strategis.

"Kemenag menjadi target percontohan secara nasional untuk implementasi manajemen talenta. Maka, perlu penguatan manajemen ASN,” ungkap Zain.

Selain itu, Kemenag juga menargetkan percepatan pengisian jabatan dan layanan kenaikan pangkat, serta peningkatan layanan kepegawaian yang berbasis digital.

Penguatan sistem manajemen ASN ini diharapkan mampu mendorong efisiensi dan transparansi dalam setiap proses administrasi.

Zain juga menekankan jika manajemen talenta menjadi prioritas strategis nasional dan Kemenag ditargetkan menjadi pilot project bersama Badan Kepegawaian Negara (BKN).

"Manajemen talenta akan menjadi kunci untuk memastikan ASN ditempatkan sesuai dengan kompetensi, integritas, serta kebutuhan organisasi,” jelasnya.

Manajemen ASN

Kepala Bagian Pengadaan dan Mutasi ASN, Septian Saputra, mengatakan ada banyak hal yang harus dipersiapkan dalam manajemen ASN.

Sejumlah hal tersebut di antaranya penyusunan kebutuhan ASN, perencanaan kebutuhan ASN berbasis data pensiun, pengelolaan pengadaan dan pengangkatan, percepatan mutasi dan kepangkatan, serta kenaikan jenjang jabatan.

Septian juga menyor oti pentingnya koordinasi lintas unit dalam menyelesaikan berbagai isu seperti pengalihan pegawai, pengisian Kepala KUA, serta penanganan pegawai yang memasuki masa pensiun.

"Untuk aspek tata kelola, seluruh unit kerja diimbau melakukan percepatan layanan sehingga tidak boleh ada berkas yang tertahan. Semua proses harus selesai tepat waktu sesuai prosedur,” ujar Septian.

Salah satu percepatan ini adalah transformasi layanan kepangkatan dan kenaikan jenjang jabatan bagi dosen. Kemenag menargetkan dalam satu bulan ke depan, akselerasi itu bisa tercapai.

"Kami akan mengumpulkan seluruh PTKN untuk menyelesaikan urusan pangkat dan jabatan para dosen. Kita jemput persoalannya agar bisa segera diselesaikan," ujar Septian.

Tak hanya itu, koordinasi lintas kementerian juga dilakukan salah satunya dengan Kementerian Pertahanan terkait rencana pembentukan Komponen Cadangan (Komcad) ASN.

Untuk itu, Kemenag akan melakukan pengelolaan ASN agar semakin profesional, responsif, dan mampu mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik.

Kemenag melakukan percepatan perumusan strategi pengadaan dan mutasi Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk persiapan WFA.

Foto Editor
Author : Ayu Abriyani

Jurnalis dari Kota Solo yang fokus pada isu pendidikan, sosial dan kemasyarakatan.

Topic News