Fadli Zon Tinjau Keraton Surakarta, Revitalisasi Besar Dimulai 2026 Atas Perintah Prabowo

  • Inung R Sulistyo
  • Jumat, 27 Maret 2026 | 02:48 WIB
  • Default Publisher Publish by: Inung R Sulistyo

 

RIWARA.id - Menteri Kebudayaan Fadli Zon meninjau langsung kawasan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat pada Kamis (26/3/2026) untuk memastikan kelanjutan program revitalisasi cagar budaya nasional. Kunjungan ini menandai dimulainya tahap penting dalam upaya pelestarian salah satu pusat peradaban Jawa tersebut.

Dalam peninjauan tersebut, Fadli Zon didampingi Pengageng Sasana Wilapa dan Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) GKR Koes Murtiyah. Keduanya meninjau sejumlah bagian bangunan keraton yang menjadi prioritas perbaikan, termasuk area museum dan, kearton kilan (barat)  bangunan belakang yang dinilai membutuhkan penanganan serius.

Fadli Zon menegaskan bahwa revitalisasi Keraton Surakarta akan dilanjutkan pada tahun ini sebagai bagian dari mandat langsung Presiden Prabowo Subianto.

“Keraton Surakarta memiliki nilai sejarah dan budaya yang sangat penting, sehingga perlu dijaga keberlanjutannya melalui revitalisasi yang terencana dan berkelanjutan,” ujarnya, Kamis, (26/3/2026).

Ia menambahkan, pemerintah berkomitmen menjaga keaslian bangunan serta nilai historis keraton dalam setiap tahapan revitalisasi, sesuai dengan amanat Undang-Undang Cagar Budaya.

Revitalisasi Bertahap, Museum Baru 20 Persen

Menurut Fadli Zon, proses revitalisasi dilakukan secara bertahap. Salah satu fokus utama saat ini adalah pengembangan museum keraton yang telah dimulai sejak tahun lalu, namun baru mencapai sekitar 20 persen.

Selain itu, pemerintah juga tengah mengeva luasi sejumlah bangunan bersejarah di bagian belakang keraton yang kondisinya kurang terawat.

“Tadi saya juga melihat bangunan bersejarah di bagian belakang yang kurang terawat. Ini perlu diperbaiki agar semakin menarik bagi wisatawan,” jelasnya.

Keraton Surakarta Disebut ‘Paku Bumi’ Budaya Jawa

Dalam kesempatan tersebut, Fadli Zon menyebut Keraton Surakarta sebagai “paku bumi” kebudayaan Jawa, tempat berbagai peristiwa sejarah dan peradaban besar berkembang.

Ia mencontohkan keberhasilan revitalisasi sebelumnya pada panggung Sanggabuana yang berhasil diselesaikan dalam waktu kurang dari satu tahun dan kini kembali layak sebagai bangunan cagar budaya.

Dorong Wisata Budaya dan Ekonomi Daerah

Revitalisasi ini tidak hanya bertujuan menjaga warisan budaya, tetapi juga memperkuat posisi Surakarta sebagai destinasi wisata unggulan nasional.

Pemerintah menargetkan kawasan keraton dapat berkembang menjadi pusat wisata terpadu, meliputi:

wisata budaya
wisata sejarah
wisata wastra (tekstil tradisional)
wisata religi
wisata kuliner

Dengan pengembangan ini, diharapkan sektor pariwisata mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara signifikan.

Hala lbihalal dan Kehadiran Tokoh Keraton

Dalam kunjungan tersebut, Fadli Zon juga menghadiri acara halalbihalal yang digelar di lingkungan keraton. Ia mengapresiasi kegiatan tersebut karena mempererat silaturahmi antar keluarga besar keraton.

Sejumlah tokoh turut hadir, di antaranya Pakubuwono XIV Hangabehi, KGPHPA Tedjowulan, GKR Koes Murtiyah Wandansari, KPH Eddy Wurabhumi, serta para sentono dalem dan abdi dalem.

“Keraton adalah bagian penting dari kekayaan budaya bangsa, khususnya di Jawa,” kata Fadli Zon.

Revitalisasi Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat menjadi langkah strategis pemerintah dalam menjaga identitas budaya nasional di tengah modernisasi. Dengan dukungan penuh pemerintah pusat, proyek ini diharapkan mampu menghidupkan kembali kejayaan keraton sebagai pusat budaya sekaligus magnet wisata kelas nasional hingga internasional.

 

Fadli Zon meninjau Keraton Surakarta dan memastikan revitalisasi besar dimulai 2026 atas mandat Presiden Prabowo. Proyek ini dorong wisata budaya dan ekonomi Solo.

Foto Editor
Author : Inung R Sulistyo

Jurnalis dan analis internasional, mengurai dinamika geopolitik, ekonomi global, dan konflik dunia dengan ketajaman dan kedalaman. Menulis untuk pembaca yang ingin memahami arah perubahan dunia serta dampaknya bagi Indonesia.

Topic News