
RIWARA.id, HALIFAX, 23 Maret 1752 — Pada hari ini, 23 Maret, tidak ada dentuman meriam, tidak ada perjanjian besar, tidak pula revolusi yang menggemparkan. Hanya dua halaman kertas—tipis, sunyi, dan nyaris luput dari perhatian.
Namun dari lembaran sederhana itulah, sejarah pers di Kanada dimulai.
Di sebuah percetakan kecil di Grafton Street, kota Halifax, John Bushell mencetak dan menjual edisi pertama Halifax Gazette. Tidak banyak yang membaca hari itu. Lebih sedikit lagi yang menyadari dampaknya.
Tetapi dari sanalah, sebuah tradisi lahir—tradisi yang kelak membentuk cara manusia memahami dunia.
Kota Kecil, Dunia yang Luas
Pada 1752, Halifax masih muda. Kota di Nova Scotia itu baru berdiri tiga tahun, dengan penduduk kurang dari 4.000 jiwa. Kehidupan berjalan lambat, sederhana, dan nyaris tanpa peristiwa besar.
Karena itu, isi Halifax Gazette tidak berbicara tentang Halifax.
Sebaliknya, koran ini dipenuhi kabar dari Britania Raya, Eropa, hingga New England. Dunia luar menjadi pusat perhatian, sementara kota kecil itu hanya muncul lewat iklan—tentang sekolah, perdagangan, dan jasa hukum.
Berita datang terlambat, mengikuti kapal-kapal yang menyeberangi Atlantik. Informasi bukan sesuatu yang cepat, melainkan sesuatu yang ditunggu.
Proyek yang Hampir Gagal
Sejarah ini hampir tidak pernah terjadi.
Percetakan di Halifax awalnya dirintis oleh Bartholomew Green, yang membawa mesin cetak dari Boston pada 1751. Namun ia meninggal hanya beberapa minggu setelah tiba.
Segalanya nyaris berhenti.
Hingga John Bushell datang. Ia bukan hanya melanjutkan usaha rekannya, tetapi juga memulai sesuatu yang bahkan mungkin belum sepenuhnya ia sadari: membangun fondasi pers di Kanada.
Ia datang bersama keluarganya. Putrinya, Elizabeth, ikut bekerja sebagai penyusun huruf—detail kecil yang menunjukkan bahwa sejak awal, pers adalah kerja kolektif, bukan sekadar karya individu.
Dari Corong Kekuasaan ke Ruang Publik
Pada mulanya, Halifax Gazette adalah alat pemerintah. Ia memuat pengumuman, hukum, dan kebijakan—suara resmi dari kekuasaan kolonial.
Namun dunia sedang berubah.
Ketika Perang Tujuh Tahun pecah, Halifax ikut bergerak. Ekonomi tumbuh, perdagangan meningkat, dan kebutuhan informasi menjadi lebih kompleks.
Koran itu pun berubah.
Ia mulai memuat iklan, berita umum, bahkan nada-nada kritis yang halus. Dari corong kekuasaan, ia perlahan menjadi ruang publik.
Ketika Pers Mulai Melawan
Perubahan paling nyata datang bersama Anthony Henry.
Lahir di Prancis dari keluarga Jerman, Henry adalah sosok kosmopolitan: menguasai beberapa bahasa, pernah terlibat dalam militer Inggris, dan memiliki pengalaman lintas budaya. Ia bergabung dengan Bushell pada 1758, lalu menjadi mitra dua tahun kemudian.
Setelah Bushell wafat pada 1761, Henry mengambil alih.
Di tangannya, pers tidak lagi sekadar menyampaikan informasi—tetapi mulai mengambil posisi.
Ketika Stamp Act 1765 diberlakukan, Henry menentangnya. Pajak tersebut tidak hanya membebani ekonomi, tetapi juga mengontrol produksi informasi.
Akibatnya jelas: dukungan pemerintah dicabut.
Namun Henry tidak berhenti. Pada 1769, ia mendirikan surat kabar independen—sebuah langkah penting menuju kebebasan pers di Kanada.
Peninggalan dari Dua Halaman
Apa yang dimulai dari dua halaman sederhana itu tidak berhenti di abad ke-18.
Halifax Gazette berkembang, berganti nama, dan akhirnya menjadi Royal Gazette, yang masih terbit hingga hari ini di Nova Scotia.
Dari seluruh salinan edisi pertama, hanya satu yang tersisa. Kini disimpan oleh Library and Archives Canada, lembar itu menjadi saksi awal sebuah tradisi panjang.
Pada hari ini, 23 Maret, dunia tidak berubah dalam satu malam.
Namun dari dua halaman sunyi di Halifax, lahir sesuatu yang jauh lebih besar dari sekadar koran: cara baru melihat dunia.
Dan sejak saat itu, manusia tidak lagi hanya mendengar kabar—mereka membacanya, menafsirkannya, dan perlahan, mengubahnya.*
Inung R Sulistyo






Pada hari ini, 23 Maret 1752, Halifax Gazette lahir dari kota kecil Halifax. Dari dua halaman sederhana, inilah awal kekuatan pers yang kemudian mengubah cara dunia membaca dan memahami informasi.