RIWARA.id - HALIFAX, 23 Maret 1752 - Pada hari ini, 23 Maret, tidak ada yang menyangka bahwa selembar kertas tipis berisi dua halaman sederhana akan menjadi awal dari kekuatan besar bernama pers. Tanpa sensasi, tanpa judul besar, dan tanpa peristiwa dramatis, sebuah koran kecil dijual di sudut kota—namun dari situlah sejarah Kanada berubah.
Dari sebuah toko percetakan di Grafton Street, kota Halifax, John Bushell menjual edisi pertama Halifax Gazette, yang kini diakui sebagai surat kabar pertama di Kanada.
Saat itu, Halifax bukanlah kota besar. Wilayah di Nova Scotia tersebut baru berdiri sekitar tiga tahun dan dihuni kurang dari 4.000 jiwa. Namun justru dari kota kecil inilah lahir sebuah medium yang kelak menjadi pilar demokrasi dan penyebaran informasi.
Dua Halaman yang Menghubungkan Dunia
Dicetak hanya pada setengah lembar kertas, Halifax Gazette tampil sederhana—dua halaman, dua kolom, tanpa ilustrasi mencolok. Namun isinya menjangkau dunia.
Berita-berita yang dimuat berasal dari Britania Raya, Eropa, hingga wilayah New England dan koloni Inggris lainnya. Bagi pejabat pemerintah, militer, dan pelaku usaha, informasi ini menjadi sumber penting untuk memahami dinamika global.
Meski demikian, keterbatasan teknologi membuat informasi tersebut sering terlambat berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan, sebelum tiba di Halifax.
Ketika Iklan Lebih Penting dari Berita
Uniknya, hampir tidak ada berita lokal dalam edisi awal. Kehidupan masyarakat Halifax yang masih sederhana membuat peristiwa sehari-hari belum dianggap layak diberitakan.
Sebagai gantinya, halaman koran dipenuhi iklan dan pengumuman: sekolah di Granville Street, penjualan mentega, hingga layanan hukum dengan jam operasional yang rinci.
Salah satu berita paling menonjol justru datang dari luar negeri, yakni kabar wafatnya John Goreham di London akibat penyakit cacar. Sementara laporan rutin tentang kelahiran, pernikahan, dan kematian lokal baru mulai muncul bertahun-tahun kemudian, tepatnya pada 1769.
Lahir dari Takdir yang Tak Terduga
Kisah di balik lahirnya Halifax Gazette tidak kalah menarik. Awalnya, proyek ini digagas oleh Bartholomew Green dari Boston.
Mesin cetak yang ia pesan akhirnya tiba di Halifax pada Oktober 1751. Namun hanya beberapa hari setelah sempat mempersiapkan penerbitan, Green meninggal dunia secara mendadak.
Di titik inilah John Bushell mengambil alih. Ia datang ke Halifax, melanjutkan rencana rekannya, dan mencetak sejarah—secara harfiah.
Bushell bahkan melibatkan keluarganya dalam usaha ini. Putrinya, Elizabeth, diketahui bekerja sebagai kompositor dan operator mesin cetak, sebuah peran yang jarang dipegang perempuan pada abad ke-18.
Dari Lembaran Kecil ke Warisan Besar
Meski hanya terbit hingga 1765, pengaruh Halifax Gazette terus hidup. Surat kabar ini berevolusi melalui berbagai nama hingga akhirnya menjadi Royal Gazette, yang kini menjadi publikasi resmi pemerintah di Nova Scotia.
Lebih dari sekadar media, koran ini adalah awal dari sistem informasi publik—fondasi yang memungkinkan masyarakat terhubung, memahami dunia, dan membentuk opini.
Hanya Satu yang Bertahan
Dari seluruh salinan yang dicetak pada hari bersejarah itu, hanya satu eksemplar asli yang masih ada. Dokumen langka tersebut kini disimpan oleh Library and Archives Canada di Ottawa.
Lembaran itu bukan sekadar arsip—melainkan simbol dari awal perjalanan panjang dunia pers di Kanada.
Pada hari ini, 23 Maret, sebuah koran sederhana membuktikan bahwa perubahan besar tidak selalu dimulai dari sesuatu yang megah. Terkadang, ia lahir dari dua halaman sunyi—yang perlahan mengubah cara dunia membaca, memahami, dan berkomunikasi.*
Inung R Sulistyo






Dari dua halaman sederhana di Halifax pada 23 Maret 1752, lahir Halifax Gazette, surat kabar pertama Kanada. Kisah di baliknya menyimpan sejarah besar yang mengubah dunia pers hingga hari ini.