RIWARA.id, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) IHSG milik Bursa Efek Indonesia ditutup menguat signifikan pada perdagangan Selasa (17/3/2026), seiring dorongan sentimen positif dari pasar global dan regional menjelang libur panjang Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri.
IHSG ditutup naik 84,55 poin atau 1,20 persen ke level 7.106,84. Sementara itu, indeks LQ45 juga menguat 1,22 persen ke posisi 722,41.
Penguatan ini mencerminkan optimisme investor yang masih terjaga di tengah dinamika global.
The Fed dan Wall Street Jadi Kunci
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, mengatakan penguatan pasar saham Asia tidak lepas dari sentimen positif dari Wall Street.
Selain itu, pelaku pasar semakin yakin bahwa Federal Reserve (The Fed) akan menahan suku bunga acuannya dalam rapat Federal Open Market Committee (FOMC) pada 17–18 Maret 2026.
Ekspektasi suku bun ga tetap ini menjadi katalis penting bagi penguatan pasar saham global, termasuk Indonesia.
Geopolitik Memanas, Minyak Berfluktuasi
Di sisi lain, ketegangan geopolitik masih membayangi pasar. Serangan yang dilakukan oleh Iran terhadap infrastruktur energi di kawasan Teluk Persia memicu fluktuasi harga minyak dunia.
Namun, optimisme bahwa jalur distribusi energi di Selat Hormuz akan kembali normal turut menjaga minat investor.
Situasi geopolitik juga memengaruhi agenda diplomasi global. Presiden Donald Trump dikabarkan meminta penundaan pertemuan dengan Presiden China Xi Jinping untuk fokus pada konflik Iran.
Sentimen Domestik: BI Rate dan Disiplin Fiskal
Dari dalam negeri, stabilitas tetap terjaga. Bank Indonesia memutuskan mempertahankan BI-Rate di level 4,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Maret 2026.
Kebijakan ini bertujuan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta memastikan inflasi tetap dalam target 2,5±1 persen untuk periode 2026–2027.
Pemerintah juga menegaskan komitmennya terhadap disiplin fiskal dengan menjaga batas defisit anggaran maksimal 3 persen dari PDB, kecuali dalam kondisi krisis.
Sektor Transportasi Pimpin Penguatan
Secara sektoral, mayoritas sektor mengalami kenaikan. Sektor transportasi dan logistik memimpin dengan lonjakan 3,46 persen, disusul sektor barang baku dan infrastruktur.
Sementara itu, sektor keuangan dan barang konsumen non primer menjadi satu-satunya yang melemah.
Adapun saham yang mencatatkan penguatan terbesar antara lain LAPD, EXCL, ICON, EMTK, dan PYFA. Sedangkan saham dengan pelemahan terdalam yakni PSDN, POLA, NZIA, ZATA, dan RLCO.
Aktivitas Perdagangan dan Bursa Asia
Total frekuensi perdagangan mencapai 1,55 juta kali transaksi dengan volume 30,92 miliar saham senilai Rp23,86 triliun. Sebanyak 457 saham naik, 214 saham turun, dan 148 stagnan.
Di kawasan Asia, pergerakan bursa bervariasi:
Indeks Nikkei melemah tipis 0,09 persen
Indeks Shanghai turun 0,85 persen
Indeks Hang Seng naik 0,13 persen
Indeks Straits Times menguat 1,38 persen
Libur Panjang BEI
Perlu diketahui, perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia akan memasuki masa libur panjang mulai Rabu (18/3/2026) dan kembali dibuka pada Rabu (25/3/2026) dalam rangka Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri.
Momentum libur ini diperkirakan membuat investor melakukan penyesuaian portofolio, sekaligus mengunci keuntungan dari penguatan yang terjadi.*
Inung R Sulistyo


IHSG, IHSG hari ini, IHSG naik, Bursa Efek Indonesia, saham Indonesia, pasar saham, indeks LQ45, LQ45 hari ini, saham unggulan, investasi saham