Riwara.id – Untuk mengurangi ketergantungan pada sumber energi bahan bakar minyak yang saat ini semakin tidak menentu akibat perang Iran dan Amerika, pemerintah mulai menyiapkan beberapa skenario terkait keberlangsungan sumber energi, salah satunya adalah mulai melakukan percepatan konversi ke kompor listrik.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto mengatakan Presiden Prabowo Subianto meminta percepatan penggunaan kompor listrik untuk menggantikan kompor berbahan bakar LPG guna mengurangi ketergantungan terhadap LPG serta menekan beban subsidi energi.
Brian menyebut upaya percepatan transisi energi dari kompor LPG menjadi kompor listrik akan berdampak kepada efisiensi dan stabilitas APBN melalui pengurangan beban subsisdi LPG.
"Kita diminta mempercepat juga bagaimana kompor listrik itu bisa menggantikan kompor dari LPG, sehingga nanti ketika harga LPG naik, ketergantungan kita terhadap LPG, subsidi kita, beban subsidi LPG, listrik itu intinya harus kita kurangi, sehingga BBM kita lebih stabil," ujar Brian seperti dikutip dari laman Setkab, Selasa, 17 Maret 2026.
Konversi ke kompor listrik akan mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor minyak bumi dan gas alam (migas). Kebijakan ini juga bertujuan mengurangi beban subsidi yang dikeluarkan negara setiap tahun.
Selain itu Prabowo juga meminta percepatan konversi Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) serta mobil berbahan bakar bensin menjadi motor listrik.
Prabowo terus mendorong transisi energi bersih dan terbarukan dengan membetuk satuan tugas (satgas) percepatan transisi energi. Hal tersebut disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia.
"Kami diberikan tugas oleh Bapak Presiden sebagai Ketua Satgas dalam menjalankan dan menerjemahkan secara cepat," terang Bahlil.
Pembentukan satgas ini merupakan langkah pemerintah untuk mempercepat pembangunan 100 gigawatt pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) hingga konversi motor listrik. Bahlil mengatakan bahwa upaya tersebut ditargetkan dapat tercapai dalam kurun waktu tiga hingga lima tahun ke depan.
Percepatan transisi energi ini, selain meningkatkan penggunaan energi bersih juga dapat mendorong efisiensi. Konversi pembangkit listrik bertenaga diesel (PLTD) menjadi tenaga surya tersebut dapat turut mengurangi subsisdi listrik.
"Karena dengan kita mengkonversi dari PLTD di cell ke PLTS itu akan mengakibatkan efisiensi terhadap subsidi listrik kita," tambahnya.
Percepatan transisi energi nasional juga bertujuan untuk mengurangi ketergantungan impor energi di tengah perubahan harga global yang sangat dinamis.***






Guna mengurangi ketergantungan pada BBM, Presiden Prabowo mulai persiapkan percepatan konversi ke kompor listrik