Harga Emas Dunia Melonjak, Antam Tembus Rp3,08 Juta per Gram di Tengah Ketegangan Timur Tengah

  • Inung R Sulistyo
  • Rabu, 11 Maret 2026 | 09:33 WIB
  • Default Publisher Publish by: Inung R Sulistyo
Ilustrasi emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam). Harga emas Antam naik menjadi Rp3,087 juta per gram mengikuti lonjakan harga emas dunia di tengah ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Ilustrasi emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam). Harga emas Antam naik menjadi Rp3,087 juta per gram mengikuti lonjakan harga emas dunia di tengah ketegangan geopolitik di Timur Tengah. (Foto: Riwara.id)

RIWARA.id - Harga emas dunia kembali menguat dan memberikan dorongan signifikan terhadap harga emas batangan di dalam negeri. Logam mulia produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) tercatat naik tajam pada perdagangan Rabu, 11 Maret 2026.

Harga emas Antam kini berada di level Rp3.087.000 per gram, meningkat Rp40.000 dibandingkan perdagangan sebelumnya. Sementara harga pembelian kembali (buyback) juga naik menjadi Rp2.847.000 per gram, atau bertambah Rp45.000.

Kenaikan ini tidak lepas dari penguatan harga emas di pasar global. Pada perdagangan terakhir, harga emas dunia di pasar spot ditutup di level US$5.191,5 per troy ons, naik sekitar 1,01 persen dibandingkan hari sebelumnya.

Penguatan tersebut menjadi yang tertinggi dalam sekitar sepekan terakhir sejak awal Maret.

Ketegangan Timur Tengah Dorong Safe Haven

Lonjakan harga emas global terjadi di teng ah meningkatnya ketidakpastian geopolitik di kawasan Timur Tengah. Konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran terus memicu kekhawatiran pasar energi dan keuangan global.

Situasi semakin memanas setelah Menteri Energi Amerika Serikat, Chris Wright, sempat menyampaikan di media sosial bahwa militer AS akan mengawal kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz.

Namun pernyataan tersebut kemudian dihapus. Pihak Gedung Putih menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada pengawalan militer terhadap kapal tanker yang melintas di jalur tersebut.

Ketidakjelasan situasi itu membuat pasar energi global kembali bergejolak.

Harga Minyak Melonjak, Pasar Beralih ke Emas

Selat Hormuz merupakan jalur distribusi minyak paling strategis di dunia. Ketika jalur tersebut terganggu, pasokan energi global ikut terancam.

Ketidakpastian itu mendorong harga minyak dunia kembali melonjak dan meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi global.

Dalam kondisi seperti ini, investor cenderung memindahkan aset mereka ke instrumen yang dianggap lebih aman. Emas dikenal luas sebagai safe haven asset yang biasanya menguat saat terjadi krisis geopolitik maupun ketidakpastian ekonomi.

Lonjakan permintaan inilah yang akhirnya mendorong harga emas dunia naik dan ikut mengerek harga emas Antam di pasar domestik.

Prospek Harga Emas

Sejumlah analis memperkirakan tren penguatan emas masih berpotensi berlanjut apabila konflik geopolitik di Timur Tengah tidak segera mereda.

Selama ketegangan antara AS, Israel, dan Iran masih berlangsung serta harga minyak dunia tetap tinggi, emas diperkirakan tetap menjadi pilihan utama investor global untuk melindungi nilai aset mereka.

Jika tekanan geopolitik terus meningkat, tidak menutup kemungkinan harga emas global kembali mencetak rekor baru yang pada akhirnya turut mendorong harga emas Antam ke level yang lebih tinggi di pasar domestik.**

 

Lonjakan harga emas dunia mendorong kenaikan harga emas Antam. Konflik di Timur Tengah dan lonjakan harga minyak membuat investor global kembali memburu aset safe haven.

Foto Editor
Author : Inung R Sulistyo

Jurnalis dan analis internasional, mengurai dinamika geopolitik, ekonomi global, dan konflik dunia dengan ketajaman dan kedalaman. Menulis untuk pembaca yang ingin memahami arah perubahan dunia serta dampaknya bagi Indonesia.

Topic News