RIWARA.id – Banjir melanda delapan desa di empat kecamatan di Kabupaten Demak akibat jebolnya tanggul Sungai Tuntang di beberapa titik, Jumat (3/4/2026).
Sebanyak 583 jiwa dilaporkan telah mengungsi ke tempat aman setelah permukiman mereka terendam air dengan ketinggian mencapai 150 sentimeter.
Pusdalops BPBD Kabupaten Demak mencatat titik kerusakan terparah berada di Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur, dengan dua titik tanggul jebol di Dukuh Solondoko sepanjang 30 meter dan Dukuh Solowire sepanjang 10 meter.
Selain itu, tanggul di Desa Sidoharjo juga dilaporkan jebol sepanjang 15 meter yang mengakibatkan air meluap deras ke area persawahan warga.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Demak, Agus Sukiyono, mengungkapkan bahwa wilayah Desa Trimulyo dan Desa Ploso menjadi titik terdampak paling signifikan dengan ketinggian air antara 100 hingga 150 sentimeter.
"Kondisi jalan di Desa Trimulyo saat ini lumpuh total, tidak bisa dilalui kendaraan kecil. Fokus utama kami adalah evakuasi warga dan peninggian tanggul menggunakan karung pasir (sandbag)," terang Agus.
Hingga Jumat malam pukul 20.00 WIB, tim TRC BPBD Demak bersama relawan masih terus melakukan pemantauan dan pendistribusian ribuan karung zak ke desa-desa terdampak seperti Desa Batu, Solowire, hingga Kendaldoyong.
Tercatat sebanyak 4.280 jiwa terdampak di Kecamatan Guntur saja, dengan kerusakan materiil mencakup 4 unit rumah rusak berat dan puluhan fasilitas pendidikan serta ibadah yang terendam.
Pemerintah Kabupaten Demak memastikan kebutuhan mendesak berupa logistik, air minum, obat-obatan, dan perlengkapan bayi mulai didistribusikan ke posko pengungsian di Masjid Babu Rohim dan Kantor Kecamatan Guntur.
Warga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi kenaikan debit air mengingat intensitas hujan di wilayah hulu masih terpantau tinggi. (*)
Ari Kristyono


Banjir besar rendam Demak akibat tanggul jebol di Sungai Tuntang. 583 warga mengungsi, ketinggian air capai 1,5 meter di Trimulyo & Ploso.