Kemenag dan Universitas Al-Azhar Mesir Sepakati Kerjasama Double Degree hingga Kuliah Jarak Jauh

Senin, 12 Oktober 2026 | 19:18 WIB
Menag Nasaruddin Umar menandatangani Nota Kesepahaman Kemenag dengan Al-Azhar Asy-Syarif Mesir
Menag Nasaruddin Umar menandatangani Nota Kesepahaman Kemenag dengan Al-Azhar Asy-Syarif Mesir (Foto: dok Kemenag)

RIWARA.id – Kementerian Agama dan Universitas Al-Azhar Asy-Syarif Kairo menyepakati perluasan kerja sama akademik strategis yang mencakup skema gelar ganda (double degree), kuliah jarak jauh, riset kolaboratif, hingga pertukaran tenaga pendidik.

Kesepakatan bersejarah tersebut dituangkan dalam penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar dan Wakil Al-Azhar Asy-Syarif, Asy-Syekh Ayman Abdul Ghani, secara hibrida dari Kantor Kemenag Jakarta, Senin (12/10/2026).

Menteri Agama Nasaruddin Umar menjelaskan bahwa perluasan kemitraan ini merupakan langkah konkrit tindak lanjut dari pertemuan ikatan bilateral antara Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi.

Dalam pembicaraan tingkat kepala negara tersebut, sektor pendidikan keagamaan menjadi perhatian utama mengingat besarnya populasi mahasiswa asal Indonesia yang menempuh studi di Mesir.

Melalui skema double degree yang disepakati, mahasiswa kelak dapat menempuh pendidikan perguruan tinggi dengan pembagian masa studi yang lebih fleksibel dan efisien di dua negara.

"Dimungkinkan untuk melakukan twinning program atau double degree. Mahasiswa dapat menempuh pendidikan dua tahun di Indonesia dan dua tahun di Al-Azhar Mesir, kemudian nanti mendapatkan dua ijazah," terang Nasaruddin Umar.

Selain skema gelar ganda bagi mahasiswa, penguatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) pendidik dan pengajar keagamaan menjadi pilar utama dalam Nota Kesepahaman tersebut.

Kemenag tengah menjajaki rencana untuk mendatangkan sekitar 1.000 ulama berpengalaman dari Mesir yang telah dibekali mahir berbahasa Indonesia.

Para ulama tersebut nantinya bakal ditugaskan memperkuat proses pengajaran bahasa Arab dan ilmu keagamaan di berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) serta pondok pesantren di Indonesia.

Sebagai bentuk afirmasi timbal balik, pengajar lokal dari Indonesia juga memperoleh kesempatan emas untuk mengasah dan memperdalam kompetensi keilmuan di Negeri Para Para Nabi.

"Diberi kesempatan mengutus imam, ustaz, serta dosen bahasa Arab dan Dirasah Islamiyah untuk berangkat ke Mesir guna mengikuti program takhasus atau spesialisasi," tambah Menag.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, Amin Suyitno, mengungkapkan bahwa perumusan MoU ini telah melewati proses panjang yang melintasi empat periode kepemimpinan Menteri Agama.

Amin menegaskan bahwa regulasi baru ini akan menjadi payung hukum bagi PTKIN dalam menyelenggarakan skema perkuliahan daring yang efektif bagi calon mahasiswa.

"Salah satunya adalah bagaimana kita bisa menyelenggarakan kuliah online, sehingga nanti mengurangi kepadatan penumpukan mahasiswa kita yang berangkat langsung ke Mesir beserta risiko eksesnya," tegas Amin.

Kerja sama komprehensif ini diharapkan mampu membuka akses pendidikan tinggi Islam bertaraf internasional yang lebih merata, efisien, dan terjangkau bagi generasi muda Indonesia.

 

Kemenag dan Universitas Al-Azhar Mesir resmi jalin kerja sama program double degree, kuliah jarak jauh, dan pengiriman 1.000 ulama ke Indonesia.

Foto Editor
Ari Kristyono -

Wartawan sejak era mesin ketik dan sedang terus belajar untuk menjadi jurnalis era digital.

 Stories