Ukraina Serukan Peringatan : Tiongkok Mungkin Bantu Rusia Bangun Saingan Starlink untuk Operasi Drone

Senin, 12 Oktober 2026 | 18:41 WIB
Ilustrasi  perang drone dibuat dengan bantuan chatGPT AI
Ilustrasi perang drone dibuat dengan bantuan chatGPT AI (Foto: Ari Kristyono)

RIWARA.id – Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky melayangkan peringatan keras bahwa Tiongkok berpotensi memberikan akses jaringan komunikasi satelit canggih pesaing Starlink milik SpaceX kepada pasukan militer Rusia.

Bantuan teknologi dari Beijing tersebut dikhawatirkan bakal memperkuat komunikasi militer Moskow, terutama dalam meningkatkan presisi dan jangkauan operasi serangan drone tempur di medan perang.

Peringatan tersebut, sebagaimana diulas Military Watch Magazine, mencetuskan kekhawatiran baru di tengah percepatan Rusia mengembangkan konstelasi internet satelit orbit bumi rendah miliknya sendiri yang diberi nama Rassvet.

Sejumlah sumber militer Ukraina menilai, keterlibatan aktif Tiongkok dapat mempercepat pengoperasian sistem satelit Rusia tersebut dengan kapabilitas yang jauh lebih canggih dari perkiraan awal.

"Kami terus berdiskusi dengan berbagai mitra dari Eropa dan Amerika Serikat. Saya katakan secara jujur: perwakilan Tiongkok terlibat dalam pengembangan alternatif Starlink," ujar Zelensky.

Ia menambahkan, keterlibatan Tiongkok membuat Moskow makin dekat untuk memegang kendali komunikasi satelit. "Mereka makin dekat dan meneruskannya ke Rusia. Rusia bisa mendapatkan dominasi semacam itu," tegas Zelensky.

Menanggapi ancaman tersebut, Zelensky mendesak Amerika Serikat untuk segera menjatuhkan sanksi tegas kepada perusahaan-perusahaan asal Rusia dan Tiongkok yang terlibat dalam proyek tersebut.

Isu krusial ini juga disuarakan secara langsung oleh Zelensky saat bertemu dengan Presiden AS Donald Trump di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB di New York.

Menurut laporan Financial Times, Zelensky sangat mengkhawatirkan keberadaan jaringan satelit anyar ini karena berpotensi melipatgandakan kemampuan Rusia dalam mengordinasikan serangan pesawat nirawak (drone).

Sistem satelit Rassvet milik Rusia saat ini sebenarnya masih dalam tahap awal dan berukuran jauh lebih kecil dibanding Starlink yang memiliki ribuan konstelasi satelit di orbit.

Namun, jika Tiongkok berhasil membantu Moskow meluncurkan konstelasi satelit dalam jumlah besar, Rusia akan memiliki jangkauan koneksi internet secara terus-menerus tanpa celah di wilayah pertempuran.

Selama ini, akses komunikasi satelit yang andal menjadi tulang punggung utama dalam perang di Ukraina, mendukung komando tempur, pengintaian, logistik, hingga pengoperasian armada drone.

Penggunaan jaringan Starlink sangat vital bagi pasukan Ukraina karena mampu menyediakan koneksi internet di area yang infrastruktur komunikasinya telah hancur total akibat gempuran artileri.

Di sisi lain, pasukan Rusia tepergok beberapa kali memanfaatkan terminal Starlink melalui jalur ilegal. Kondisi ini mendorong Kyiv mendesak SpaceX melakukan pemblokiran terhadap akses ilegal militer Rusia di lapangan. (*)

 

Presiden Ukraina Zelensky beri peringatan ancaman Tiongkok bantu Rusia bangun satelit Rassvet pesaing Starlink untuk perkuat serangan drone.

Foto Editor
Ari Kristyono -

Wartawan sejak era mesin ketik dan sedang terus belajar untuk menjadi jurnalis era digital.

 Stories