Kriminalitas di Jawa Timur Mengkhawatirkan! 12 Hari Saja Terjadi 1.345 Kasus Kejahatan, Curanmor Tertinggi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 20:34 WIB
Wakapolda Jatim Kombes Pol Feri Handoko Soenarso merilis hasil tangkapan selama digelar Operasi Sikat Semeru 2026
Wakapolda Jatim Kombes Pol Feri Handoko Soenarso merilis hasil tangkapan selama digelar Operasi Sikat Semeru 2026

SURABAYA, RIWARA.ID — Selama 12 hari, jajaran kepolisian di Jawa Timur bergerak menyisir berbagai tindak kejahatan yang meresahkan masyarakat. Mulai dari pencurian kendaraan bermotor hingga pencurian dengan kekerasan, menjadi sasaran dalam Operasi Sikat Semeru 2026.

Hasilnya, Polda Jawa Timur bersama 39 Polres jajaran berhasil mengungkap 1.345 kasus kejahatan sepanjang operasi yang berlangsung pada 10–21 Oktober 2026 tersebut.

Capaian itu disampaikan dalam konferensi pers hasil Operasi Sikat Semeru 2026 di Mapolda Jatim, Jumat, 23 Oktober 2026.

Wakapolda Jatim Kombes Pol Feri Handoko Soenarso, yang mewakili Kapolda Jatim, mengungkapkan bahwa polisi berhasil menuntaskan seluruh target operasi. Dari 288 paket kasus yang ditargetkan, seluruhnya berhasil diungkap.

Namun, pengungkapan tidak berhenti pada target yang telah ditentukan. Pengembangan penyelidikan di lapangan membawa polisi menemukan 1.057 kasus lain di luar target operasi.

Dengan demikian, total kasus yang berhasil diungkap mencapai 1.345 perkara.

“Sebanyak 1.212 orang diamankan, terdiri dari 339 orang terkait target operasi dan 873 orang lainnya dari pengembangan di luar target,” terang Feri.

Angka tersebut menunjukkan bahwa upaya pemberantasan kejahatan tidak hanya menyasar pelaku yang telah masuk dalam pemetaan operasi, tetapi juga berkembang berdasarkan temuan petugas selama penyelidikan.

Curanmor dan Curat Mendominasi Kasus Kejahatan

Dari ribuan perkara yang berhasil diungkap, pencurian dengan pemberatan (curat) dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) menjadi jenis kejahatan yang paling banyak ditemukan.

Kasus curat tercatat sebanyak 761 perkara, terdiri dari 123 kasus target operasi dan 638 kasus di luar target. Sementara itu, curanmor mencapai 542 kasus, dengan rincian 128 kasus target operasi dan 414 kasus non-target.

Adapun pencurian dengan kekerasan (curas) tercatat sebanyak 58 kasus, terdiri dari 21 kasus target operasi dan 37 kasus di luar target.

Selain tiga jenis kejahatan tersebut, polisi juga mengungkap 62 kasus penyalahgunaan senjata tajam, tiga kasus pencurian ban kendaraan, serta satu kasus penyalahgunaan senjata api.

Tingginya angka curat dan curanmor menjadi perhatian tersendiri karena kedua jenis kejahatan tersebut berpotensi mengganggu keamanan masyarakat, terutama ketika menyasar rumah, kendaraan, maupun barang berharga milik warga.

Uang Puluhan Juta hingga Ratusan Barang Bukti Disita

Di balik pengungkapan ribuan perkara itu, polisi turut mengamankan berbagai barang bukti yang diduga berkaitan dengan tindak kejahatan.

Barang bukti yang disita meliputi uang tunai Rp88.288.000, sebanyak 149 unit sepeda motor, dan delapan unit mobil.

Petugas juga mengamankan 27 bilah senjata tajam serta satu pucuk senapan rakitan yang ditemukan di wilayah hukum Polres Situbondo.

Temuan lain yang menjadi perhatian adalah bahan kimia berupa 110 gram serbuk belerang, 400 gram aluminium, dan 1,1 kilogram kalium. Bahan-bahan tersebut diduga disiapkan untuk pembuatan bahan peledak yang berkaitan dengan aktivitas penambangan liar.

Selain itu, polisi menyita emas seberat 16,14 gram, 78 unit telepon seluler, 13 perangkat elektronik, serta dua ekor kerbau.

Seluruh barang bukti tersebut menjadi bagian dari proses penyidikan untuk memperkuat penanganan perkara dan menelusuri kemungkinan keterkaitan dengan tindak kejahatan lainnya.

Bahan Kimia Diduga untuk Penambangan Liar

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jatim Kombes Pol Roy H.M. Sihombing menjelaskan bahwa bahan kimia yang ditemukan diperkirakan akan digunakan sebagai bahan peledak dalam kegiatan penambangan liar.

Menurutnya, bahan-bahan tersebut diduga disiapkan untuk mendukung aktivitas penambangan, bukan untuk diperjualbelikan atau diedarkan.

Temuan ini memperlihatkan bahwa pengungkapan selama Operasi Sikat Semeru 2026 tidak hanya berkaitan dengan pencurian, tetapi juga mencakup dugaan penyalahgunaan bahan berbahaya yang berpotensi menimbulkan risiko bagi keselamatan masyarakat.

Polisi Ingatkan Pemilik Motor Keyless Lebih Waspada

Di tengah maraknya kasus pencurian kendaraan, polisi juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan pengamanan, terutama bagi pemilik sepeda motor dengan sistem kunci pintar atau keyless.

Menurut penjelasan kepolisian, pelaku pencurian dapat memodifikasi sistem kunci kontak menggunakan kunci T untuk menjalankan aksinya.

Karena itu, pemilik kendaraan diminta tidak hanya mengandalkan sistem pengaman bawaan. Penggunaan kunci pengaman tambahan, pemilihan lokasi parkir yang aman, serta kebiasaan memastikan kendaraan terkunci saat ditinggalkan dapat menjadi langkah pencegahan.

Kewaspadaan tersebut penting agar kendaraan tidak mudah menjadi sasaran pelaku kejahatan, baik di lingkungan rumah maupun tempat umum.

Tersangka Terancam Hukuman hingga 9 Tahun Penjara

Polda Jatim menegaskan bahwa para tersangka dalam perkara yang diungkap akan diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Mereka dijerat dengan pasal-pasal KUHP terkait tindak pidana pencurian, serta ketentuan mengenai penyalahgunaan senjata api dan bahan peledak. Ancaman hukuman yang disebutkan mencapai sembilan tahun penjara.

Keberhasilan mengungkap 1.345 kasus dalam Operasi Sikat Semeru 2026 menjadi bagian dari upaya kepolisian menjaga keamanan di Jawa Timur.

Di sisi lain, kepolisian mengingatkan bahwa pemberantasan kejahatan juga membutuhkan peran masyarakat. Kewaspadaan terhadap lingkungan, pengamanan barang berharga, dan pelaporan aktivitas mencurigakan diharapkan dapat membantu mencegah tindak kriminal terulang. ***

Polda Jatim mengungkap 1.345 kasus kejahatan dalam Operasi Sikat Semeru 2026 dan mengamankan 1.212 orang. Curanmor dan curat mendominasi hasil operasi selama 12 hari.

Editor
Ali Mahfud -

Jurnalis dan analis internasional, mengurai dinamika geopolitik, ekonomi global, dan konflik dunia dengan ketajaman dan kedalaman.

 Stories