RIWARA.id - Pemerintah bersama tim penyelamat, resmi menghentikan upaya pencarian 5 jurnalis yang hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau beberapa waktu lalu.
Hal itu diungkapkan Gubernur Banten Andra Soni yang dikutip Riwara.id dari akun Instagram @indonesiago.id, Kamis 17 September 2026.
Keputusan itu diambil setelah Basarnas menilai pelaksanaan pencarian yang berlangsung selama 10 hari ini sudah tidak efektif.
"Pihak Basarnas tadi menyampaikan bahwa pencarian sudah tidak efektif, maka dengan berat hati, pelaksanaan operasi gabungan oleh pihak yang berkepentingan dan yang memiliki kewenangan dinyatakan dihentikan," ujar Andra Soni.
Meskipun dihentikan, operasi masih dapat dibuka kembali apabila ada informasi atau petunjuk baru dari masyarakat, nelayan, kapal yang melintas, maupun pihak lain.
"Namun, bila ada informasi dari masyarakat atau pihak manapun, operasi ini bisa dihidupkan kembali atau dilaksanakan kembali untuk upaya evakuasi," jelasnya.
Sementara itu, Kementerian Komdigi juga menyatakan keprihatinannya yang mendalam atas hilangnya 5 jurnalis saat menjalankan tugas liputan di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau.
"Hari ini (Kamis 17 September 2026) menjadi hari terakhir pencarian 5 jurnalis yang tengah menjalankan tugas di kawasan Anak Krakatau. Kami sangat prihatin dan ikut berduka atas kejadian ini," kata Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komdigi, Fifi Aleyda Yahya.
Ia menyebut jika bagi keluarga, pencarian bukan sekadar operasi search and rescue, tetapi adalah sebuah penantian.
"Meskipun sesuai prosedur pencarian telah dihentikan, kami tetap menghormati harapan keluarga dan mendoakan yang terbaik," ungkap Fifi.
Dari peristiwa ini, lanjut Fifi, ada satu hal yang kembali mengingatkan bahwa dalam mencari dan menyajikan informasi terbaik, menjadi sebuah pekerjaan jurnalisme yang penting.
Fifi menambahkan jika keselamatan jurnalis menjadi lebih penting. Banyak yang bilang tidak ada berita yang seharga dengan nyawa.
"Dari permasalahan ini, bukan menyalahkan siapapun. Tapi ini menjadi tanggung jawab kita bersama baik media, pemerintah dan seluruh ekosistem pers," jelasnya.
Fifi berharap keberanian jurnalis dalam mencari kebenaran informasi bisa selalu diiringi perlindungan dan standar keselamatan yang memadai.
"Dan untuk 5 jurnalis yang masih kita tunggu kepulangannya, doa kami tetap sama yaitu semoga ada keajaiban dan mereka bisa kembali ke keluarga masing-masing," pungkasnya.
Pemerintah bersama tim penyelamat resmi menghentikan upaya pencarian 5 jurnalis yang hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau. Pencarian bisa kembali dilakukan apabila ada perkembangan baru di lapangan.