PB XIV Hangabehi Jalani Ruwatan di Karaton Surakarta Hadiningrat, Apa Alasannya? Ini Penjelasan Gusti Moeng

Jumat, 04 September 2026 | 20:12 WIB
PB XIV Hangabehi Jalani Ruwatan di Karaton Surakarta Hadiningrat
PB XIV Hangabehi Jalani Ruwatan di Karaton Surakarta Hadiningrat (Foto: Riwara.id/Inung R Sulistyo)

RIWARA.id - Jumat sore, 4 September 2026, bagian dalam Karaton Surakarta Hadiningrat dihiasi dengan bentangan kain putih, tanda akan digelarnya sebuah acara.

Di beberapa meja yang juga ditutup kain putih, di atasnya terdapat sesaji yang berisi buah-buahan, nasi tumpeng, jajan pasar, dan lain sebagainya.

Berbagai macam bunga, salah satunya bunga mawar juga disiapkan dan dibawa para abdi dalem Karaton Surakarta, yang mengenakan pakaian bernuansa hitam.

Saat itu, sekitar pukul 15.00 WIB, seorang laki-laki mengenakan pakaian serba putih layaknya memakai Ihram, masuk ke lokasi acara menuju sebuah bilik yang hanya tertutup sebagian.

Saat berjalan menuju bilik, para abdi dalem Karaton Surakarta menabur bunga-bunga di bentangan kain putih, yang menjadi alas berjalan laki-laki tersebut.

Ia adalah PB XIV Hangabehi yang akan mengikuti upacara adat Ruwatan. Acara ini memiliki makna khusus bagi Karaton Surakarta Hadiningrat.

Prosesi Ruwatan ini dimulai dengan berdoa, siraman, dan wayangan yang dipimpin oleh dhalang khusus yang mampu memimpin acara adat Ruwatan.

"Sore ini (Jumat) mulai jam 3 kami menggelar acara Ruwatan untuk Sinuwun PB XIV Hangabehi. Hari ini sampai besok (Sabtu 5 September 2026) kita melengkapi upacara bertahtanya seorang raja di Karaton Surakarta Hadiningrat," kata Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) Karaton Surakarta Hadiningrat, GKR Koes Moertiyah Wandansari, ketika ditemui Tim Riwara.id di sela-sela acara, Jumat 4 September 2026.

GKR Koes Moertiyah Wandansari yang akrab disapa Gusti Moeng ini mengatakan jika acara Ruwatan ini bertujuan menghilangkan Sukerto atau perilaku yang tidak baik dari dalam diri seseorang.

"Kami berharap dari Ruwatan ini, PB XIV Hangabehi bisa jumeneng (bertahta) tanpa aral melintang, tidak ada gangguan, dan bisa membawa Karaton Surakarta menjadi lebih baik," ungkapnya.

Gusti Moeng juga berharap PB XIV Hangabehi bisa menjadi pengayom bagi sentono dan para abdi dalem Karaton Surakarta Hadiningrat.

 

Makna Ruwatan

Ruwatan memiliki beberapa makna khusus yang menjadi kepercayaan di masyarakat. Pertama adalah sebagai sarana membersihkan diri dari kesalahan, dosa atau pengaruh buruk agar terbebas dari mara bahaya.

Kedua, menjadi momen refleksi agar manusia senantiasa memperbaiki perilaku dan hidup dengan lebih bijak.

Ketiga, memulihkan keseimbangan batin dan hubungan yang selaras dengan alam serta sesama manusia.

PB XIV Hangabehi menjalani Ruwatan di Karaton Surakarta Hadiningrat untuk menghilangkan Sukerto.

Foto Editor
Ayu Abriyani -

Jurnalis dari Kota Solo yang fokus pada isu pendidikan, sosial dan kemasyarakatan.

 Stories