Permudah Pendataan Jemaah Haji, Kemenhaj Kembangkan Layanan AI Assistant Haji

Kamis, 03 September 2026 | 22:07 WIB
Kemenhaj Kembangkan Layanan AI Assistant Haji untuk Mempermudah Pendataan Jemaah
Kemenhaj Kembangkan Layanan AI Assistant Haji untuk Mempermudah Pendataan Jemaah (Foto: haji.go.id)

RIWARA.id - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) terus mendorong adanya integrasi data dan transformasi layanan digital untuk memperkuat pelayanan haji dan umrah.

Salah satu upaya yang disiapkan adalah pengembangan platform Satu Haji untuk menghadirkan layanan yang semakin terintegrasi, mudah diakses, dan berbasis kebutuhan pengguna.

Kepala Pusdatin Kemenhaj, Farosa, mengatakan transformasi digital Kemenhaj bertujuan agar setiap sistem yang dibangun memiliki manfaat langsung bagi masyarakat, unit kerja, maupun pimpinan dalam mengambil keputusan.

"Kami sering berdiskusi dengan pimpinan dan pada akhirnya Pusdatin ditugaskan membangun layanan digitalnya. Data yang ada dapat disajikan dengan lebih mudah, lebih terukur, serta memberikan gambaran yang dibutuhkan pimpinan maupun masyarakat,” ujar Farosa dikutip Riwara.id dari laman haji.go.id, Kamis 3 September 2026.

Menurut Farosa, salah satu pengembangan teknologi yang dilakukan saat ini adalah reformasi Satu Haji menjadi platform pelayanan yang mengintegrasikan berbagai kebutuhan jemaah.

Tahap pengembangannya dimulai dari layanan dasar seperti akses data haji dan pengecekan nomor antrean keberangkatan, yang kemudian diperluas dengan dukungan kanal informasi maupun layanan call center.

 

Assistant Haji dengan AI

Selain itu, Pusdatin juga tengah mengembangkan pemanfaatan kecerdasan artifisial melalui AI Assistant Haji. Teknologi ini bertujuan untuk membantu menyederhanakan informasi, menyajikan poin-poin penting, serta mendukung pengelompokan data berdasarkan kebutuhan layanan.

“AI bisa digunakan untuk membuat summary. Ketika data historis sudah tersedia, sistem dapat membantu melakukan profiling sesuai kebutuhan. Salah satunya ketika kita membutuhkan pengelompokan data tertentu,” jelas Farosa.

Penguatan pemerintahan digital juga diarahkan untuk pembangunan dashboard yang mempermudah penyajian data dari setiap unit kerja.

Untuk itu, Farosa meminta masing-masing unit dapat memastikan proses bisnis serta sumber data yang menjadi dasar pembangunan sistem.

"Yang pertama harus kita pastikan adalah proses bisnis yang ada di setiap unit kerja. Setelah itu datanya dapat kita tampilkan dalam dashboard sehingga akan lebih mudah dimanfaatkan,” ungkapnya.

Selain pelayanan haji, Pusdatin juga mendorong penguatan basis data jemaah umrah. Selama ini, Siskopatuh dinilai telah menyediakan data yang representatif terkait jemaah yang akan berangkat melalui Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU).

Data tersebut memiliki peran penting ketika pemerintah membutuhkan informasi mengenai keberadaan, maupun pergerakan jemaah saat ada situasi tertentu.

Farosa menambahkan integrasi digital ini diharapkan dapat memperkuat perlindungan masyarakat. Sistem yang dibangun diharapkan dapat membantu mengurangi potensi penipuan dan praktik oknum, memperkuat mekanisme laporan, serta membangun basis data pengaduan yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pelayanan dan penentuan kebijakan.

“Sekali kita bekerja membangun sistem, banyak hal yang sebenarnya bisa kita capai. Intinya, seluruh pengembangan teknologi ini harus memberikan manfaat bagi Kemenhaj, masyarakat, maupun pimpinan,” imbuhnya.

Kemenhaj tengah mengembangkan pemanfaatan kecerdasan artifisial melalui AI Assistant Haji, untuk membantu menyederhanakan informasi, menyajikan sejumlah poin penting, serta mendukung pengelompokan data.

Foto Editor
Ayu Abriyani -

Jurnalis dari Kota Solo yang fokus pada isu pendidikan, sosial dan kemasyarakatan.

 Stories