Tanpa Gejala, HPV Penyebab Kanker Serviks Bisa Menetap di Dalam Tubuh Bertahun-tahun, Cek Mitos dan Faktanya di Sini

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 19:22 WIB
Ilustrasi - HPV Penyebab Kanker Serviks bisa Menetap di Dalam Tubuh Bertahun-tahun, dan Dapat Menyerang Perempuan dan Laki-laki
Ilustrasi - HPV Penyebab Kanker Serviks bisa Menetap di Dalam Tubuh Bertahun-tahun, dan Dapat Menyerang Perempuan dan Laki-laki (Foto: Pixabay.com)

RIWARA.id – Banyak orang yang beranggapan infeksi Human Papillomavirus (HPV) hanya menyebabkan kanker serviks. Padahal, secara medis, virus ini memiliki karakteristik yang perlu dipahami lebih dalam karena penularannya tidak memandang gender.

Banyaknya salah informasi membuat langkah pencegahan sering kali terlambat dilakukan. Untuk itu, kenali mitos dan fakta seputar HPV yang dilansir Riwara.id dari akun Intagram @ayosehat.kemkes, Sabtu 29 Agustus 2026, agar lebih bijak dalam dalam menjaga kesehatan diri sendiri dan keluarga.

Pertama, jika tubuh terasa sehat dan tidak ada gejala fisik, artinya bebas dari HPV. Itu adalah mitos, faktanya sebagian besar infeksi HPV tidak bergejala. HPV bisa menetap di dalam tubuh selama bertahun-tahun tanpa disadari. Infeksi HPV baru bergejala setelah memasuki stadium lanjut.

Kedua, infeksi HPV hanya menyerang yang memiliki rahim yaitu perempuan. Itu mitos, faktanya laki-laki juga bisa tertular dan menularkan virus HPV, bahkan menyebabkan kanker lain di area kulit, kelamin, serta tenggorokan.

Ketiga, infeksi HPV penyebab kanker dapat dicegah dengan imunisasi. Itu fakta, karena imuniasai HPV yang dilakukan sejak dini pada anak perempuan dan laki-laki adalah cara paling aman dan efektif untuk mencegah infeksi HPV.

Keempat, infeksi HPV memberi perlindungan jangka panjang dari kanker serviks dan kanker di area mulut dan anus. Itu fakta, pemberian imunisasi HPV sejak usia dini dapat memberikan perlindungan mendekati 100% dalam jangka waktu panjang terhadap infeksi virus HPV.

Penularan dan Risiko

HPV adalah virus menular melalui kontak kulit langsung secara intim atau hubungan seksual, bahkan ketika penderita tidak menunjukkan gejala apapun. Terdapat lebih dari 200 jenis HPV, sebagian besar tidak berbahaya dan bisa bersih dengan sistem kekebalan tubuh. Namun, ada tipe risiko tinggi yaitu tipe 16 dan 18 yang bisa memicu kanker jika menetap dalam jangka waktu yang lama.

Sebagian besar infeksi HPV tidak menimbulkan rasa sakit atau tanda-tanda khusus. Tapi, beberapa jenis HPV menyebabkan kutil pada kulit atau kelamin. Untuk jenis risiko tinggi dapat menyebabkan perubahan sel prakanker pada serviks, penis, atau area orofaring.

Hingga saat ini belum ada obat khusus untuk menyembuhkan infeksi dari virus HPV, tetapi tubuh sering mampu melawannya sendiri. Pencegahan paling efektif untuk penularan virus HPV adalah pemberian vaksin sejak dini. Perempuan juga diimbau untuk melakukan skrining rutin seperti Pap Smear atau Tes IVA.

Penularan HPV penyebab Kanker Serviks bisa terjadi pada perempuan dan laki-laki. Virus ini mampu menetap di dalam tubuh bertahun-tahun tanpa gejala.

Foto Editor
Ayu Abriyani -

Jurnalis dari Kota Solo yang fokus pada isu pendidikan, sosial dan kemasyarakatan.

 Stories