Kapal Selam MILDEN, Hantu Bawah Air yang Kini Semakin Mematikan

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 15:39 WIB
Kapal Selam MILDEN dengan sejumlah persenjataan baru untuk menangkal serangan dari langit
Kapal Selam MILDEN dengan sejumlah persenjataan baru untuk menangkal serangan dari langit (Foto: Turdef.com)

RIWARA.id – Angkatan Laut Turki mengonfirmasi penambahan misi pertahanan udara pada program kapal selam nasional MİLDEN dengan mengintegrasikan sistem rudal HİSAR untuk melumpuhkan berbagai ancaman dari udara.

Pengembangan teknologi militer ini memungkinkan kapal selam MİLDEN menyerang target udara musuh, mulai dari pesawat intai anti-kapal selam, helikopter, hingga pesawat nirawak (drone).

Dikutip dari Turdef, pada unit pertama kapal selam MİLDEN, penembakan rudal HİSAR akan dilakukan saat kapal selam beroperasi di permukaan air.

Sementara itu, untuk kapal selam MİLDEN generasi berikutnya, kemampuan menembak rudal HİSAR akan ditingkatkan dari bawah permukaan air menggunakan kapsul peluncur khusus (canister).

Informasi ini sekaligus memperjelas infografis dari BUMN pertahanan Turki, ASFAT, yang mencantumkan kemampuan penyerangan target darat dan udara tanpa menyebutkan jenis senjata yang digunakan.

Penyematan rudal HİSAR menjadi langkah krusial bagi militer Turki karena secara resmi memasukkan doktrin pertahanan udara ke dalam armada kapal selam nasionalnya.

Peluncuran rudal saat kapal berada di permukaan memang sempat mengurangi kerahasiaan (concealment) yang menjadi kekuatan utama kapal selam.

Namun, pengembangan kapsul peluncur kedap air oleh para insinyur Turki akan memastikan kapal selam MİLDEN tetap terlindungi di bawah permukaan laut saat menghancurkan ancaman udara.

Industri pertahanan Turki melalui ASELSAN dan Roketsan telah lama menyiapkan fondasi teknologi ini, termasuk konsep HİSAR DERİN dan sistem kapsul peluncur bawah air AKATA.

Hadirnya opsi pertahanan udara ini tidak lantas mengubah fungsi MİLDEN menjadi kapal perang permukaan, melainkan memperluas jangkauan perlindungan diri armada tempur tersebut di area pertempuran maritim.

Kapal selam MİLDEN kini mampu mengancam langsung platform udara anti-kapal selam musuh yang selama ini menjadi ancaman paling menakutkan bagi operasi bawah air.

Langkah ini juga melengkapi peta kemampuan sistem peluncuran vertikal (Vertical Launching System/VLS) MİDLAS buatan Roketsan yang dipasang pada MİLDEN.

Sebelumnya, sistem VLS MİDLAS difokuskan untuk membawa rudal jelajah GEZGİN, rudal anti-kapal ATMACA UM, dan rudal balistik jarak pendek TAYFUN.

Selain rudal HİSAR, unit pertama MİLDEN juga dipastikan memiliki kemampuan meluncurkan rudal ATMACA dari bawah air untuk menghantam sasaran di permukaan laut maupun daratan.

Berdasarkan data spesifikasi terbaru dari ASFAT, kapal selam MİLDEN memiliki panjang lebih dari 80 meter, bobot perpindahan (displacement) di atas 2.700 ton, dan diawaki oleh 40 personel.

Kapal selam ini juga dilengkapi teknologi Air-Independent Propulsion (AIP), fitur jejak akustik rendah, sensor canggih, serta dukungan operasi pasukan khusus (special forces).

Pengembangan teknologi militer ini memungkinkan kapal selam MİLDEN menyerang target udara musuh, mulai dari pesawat intai anti-kapal selam, helikopter, hingga pesawat nirawak (drone). (*)

 

Turki integrasikan rudal HİSAR ke kapal selam MİLDEN. Mampu tembak jatuh pesawat dan drone musuh dari bawah air.

Foto Editor
Ari Kristyono -

Wartawan sejak era mesin ketik dan sedang terus belajar untuk menjadi jurnalis era digital.

 Stories