RIWARA.id – Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy) mengambil keputusan berani dan penuh kalkulasi risiko dengan menghapus jadwal pemeliharaan dan perbaikan rutin Post-Shakedown Availability (PSA) pada kapal selam serang nuklir terbarunya, USS Massachusetts (SSN 798).
Langkah tidak biasa ini diambil agar kapal selam kelas Virginia tersebut bisa langsung dikirim untuk menjalankan misi tempur armada laut. Di saat yang sama, kebijakan ini bertujuan membebaskan kapasitas galangan kapal militer AS yang saat ini tengah mengalami krisis beban kerja serta penumpukan proyek.
Dikutip dari Turdef, USS Massachusetts diserahkan oleh produsen Newport News Shipbuilding pada 21 November 2025 lalu. Penyerahan unit kapal selam tersebut tercatat mengalami keterlambatan parah, yakni mundur lebih dari tiga tahun dari jadwal yang ditetapkan dalam program awal.
Pihak US Navy menyatakan bahwa USS Massachusetts menunjukkan kondisi material dan kesiapan tempur yang sangat baik selama berbulan-bulan menjalani operasi uji coba (shakedown). Kapal selam ini dinilai telah memenuhi bahkan melampaui standar konstruksi serta keselamatan pelayaran militer.
Kepala Operasi Angkatan Laut AS (CNO), Laksamana Daryl Caudle, menjelaskan bahwa keputusan meniadakan tahap pemeliharaan berlokasi di galangan kapal ini mencerminkan keandalan fisik kapal. Kebijakan ini sekaligus memangkas waktu tunggu sehingga kemampuan tempur kapal selam bisa segera dimanfaatkan.
Selain mempercepat pengerahan alutsista ke garis depan, Laksamana Caudle menggarisbawahi manfaat strategis lainnya. Pembatalan perawatan ini memungkinkan para pekerja ahli galangan kapal untuk memfokuskan tenaga dan keterampilan mereka dalam menyelesaikan pembangunan kapal selam lain yang tertunda.
Secara teknis, proses Post-Shakedown Availability (PSA) merupakan fase penting di galangan kapal yang biasanya dilakukan setelah pelayaran uji coba kapal baru. Pada fase tersebut, para teknisi akan memperbaiki berbagai kekurangan kecil, melakukan perawatan menyeluruh, serta memasang berbagai sistem peningkatan performa.
Direktur Program Kapal Selam US Navy, Laksamana Muda Rob Gaucher, menegaskan bahwa peniadaan proses PSA pada USS Massachusetts ini merupakan sebuah bentuk kalkulasi risiko yang terukur. Meski begitu, ia menjamin keselamatan awak kapal dan kualitas alutsista tidak akan dikorbankan.
Keputusan ini menunjukkan bahwa US Navy menganggap residual risiko pada USS Massachusetts berada di tingkat aman. Sebagai imbalannya, militer Amerika Serikat tidak hanya mendapatkan satu unit kapal selam siap tempur secara instan, tetapi juga mengamankan ruang galangan kapal yang sangat langka.
Data dari Lembaga Akuntabilitas Pemerintah AS (GAO) per Juni 2025 mengungkapkan bahwa laju pembangunan kapal selam kelas Virginia tergolong sangat lambat. Industri pertahanan AS hanya mampu memproduksi sekitar satu kapal selam per tahun, atau separuh dari target ideal Angkatan Laut yang menetapkan dua kapal per tahun.
Laporan Badan Riset Kongres (CRS) turut mencatat bahwa sejak 2022, laju produksi kapal selam kelas Virginia jalan di tempat di angka 1,1 hingga 1,2 unit per tahun. Kondisi ini memicu penumpukan pesanan kapal yang telah dibeli namun belum mampu diselesaikan oleh galangan kapal.
Laksamana Caudle dalam kesaksiannya di depan pembuat undang-undang pada Mei 2026 mengakui bahwa berbagai investasi dan pembenahan tenaga kerja baru diproyeksikan mampu mengembalikan target produksi dua kapal selam per tahun pada rentang 2032 mendatang.
Kapal selam USS Massachusetts resmi masuk jajaran komisi militer di Boston pada 28 Maret 2026 sebelum mengakhiri fase pengujian. Langkah mengecualikan kapal selam ini dari perawatan berkala membuktikan betapa bernilainya setiap jam kerja teknisi galangan kapal AS saat ini.
Keberhasilan penyiapan USS Massachusetts menjadi bukti nyata dilema kapasitas industri militer AS. Di satu sisi, kapal selam ini berhasil membuktikan kualitasnya di laut, namun di sisi lain, keputusan penyerahannya tanpa perbaikan lanjutan memperlihatkan tekanan berat pada rantai pasok dan produksi alutsista Amerika Serikat. (*)
US Navy putuskan kapal selam USS Massachusetts langsung siap tempur tanpa perawatan pasca-uji coba demi hemat kapasitas galangan.