RIWARA.id — Tujuh orang tokoh asal Jawa Tengah diusulkan menjadi calon Pahlawan Nasional di tahun 2026. Dua di antaranya adalah KH Sholeh Darat dari Kota Semarang dan Raden Mas Margono Djojohadikusumo dari Banyumas.
Selain dua nama itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) juga kembali meneruskan proses lima nama yang sebelumnya. telah diusulkan, tetapi belum mendapatkan persetujuan dari Presiden.
Pemprov Jateng menegaskan dua nama tokoh yang akan diusulkan sebagai pahlawan nasional tersebut, berdasarkan usulan dari masyarakat.
Pelaksana Harian Kepala Dinas Sosial Jawa Tengah, Isriadi Widodo, mengatakan pengusulan gelar Pahlawan Nasional dilakukan secara berjenjang. Usulan masyarakat akan dikaji di tingkat daerah, sebelum diteruskan ke pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial.
“Jawa Tengah untuk yang diusulkan di tahun 2026 ini ada dua yaitu KH Sholeh Darat dari Kota Semarang, dan Raden Mas Margono Djojohadikusumo dari Banyumas,” kata Isriadi dikutip Riwara.id dari laman jatengprov.go.id, Jumat 28 Agustus 2026.
Nama aden Mas Margono Djojohadikusumo adalah usulan yang berasal dari Seruan Eling Banyumasan, sebuah paguyuban masyarakat yang memiliki keterkaitan dengan Banyumas.
Usulan tersebut telah disampaikan sejak Maret 2025. Setelah proses evaluasi dan melengkapi sejumlah persyaratan di tingkat provinsi dan rekomendasi Gubernur Jawa Tengah, kemudian diteruskan kepada Kementerian Sosial pada 6 April 2026.
Menurut Isriadi, Margono memiliki jasa besar dalam bidang perekonomian pada awal kemerdekaan Indonesia. Dia dikenal sebagai tokoh yang berperan dalam mendirikan Bank Negara Indonesia (BNI) pada awal kemerdekaan.
“Beliau (Margono) memang pendiri bank pertama nasional Republik Indonesia di awal kemerdekaan. Tentunya itu berdampak ekonomi. Masyarakat sangat membantu dengan keberadaan BNI, sehingga sampai sekarang juga masih eksis dan cukup besar,” ujarnya.
Selain kiprahnya dalam bidang ekonomi, Margono juga tercatat sebagai anggota BPUPKI, dan pernah menjabat Ketua Dewan Pertimbangan Agung (DPA) pada awal kemerdekaan.
Margono juga disebut berperan dalam sejumlah perundingan penting pada masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan, termasuk Perjanjian Roem-Roijen dan Konferensi Meja Bundar.
Terkait munculnya anggapan bahwa pengusulan Margono berkaitan dengan Presiden Prabowo Subianto, Isriadi menegaskan, usulan tersebut didasarkan pada jasa dan karyanya.
“Kalau momennya pas pada saat Pak Prabowo jadi presiden, ya mungkin kebetulan saja. Yang jelas, dari pengusul memang ada jasa-jasa beliau yang perlu diangkat,” jelas Isriadi.
Ia juga membantah munculnya informasi mengenai penolakan dari keluarga Presiden Prabowo terhadap pengusulan Margono.
Menurutnya, persetujuan dari pihak keluarga telah diperoleh secara tertulis, dan menjadi bagian dari kelengkapan administrasi.
“Secara tertulis ada (surat persetujuan). Kalau memang itu tidak ada, mungkin secara administrasi kita juga tidak akan diterima di sana,” ungkapnya.
Saat ini, seluruh usulan untuk tokoh pahlawan nasional tersebut telah berada di tingkat Tim Peneliti, Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP).
Keputusan akhir pemberian gelar Pahlawan Nasional berada di tangan Presiden Prabowo dengan pertimbangan Dewan Gelar. Pemprov Jateng tidak dapat memastikan kapan para tokoh tersebut akan mendapatkan persetujuan.
“Keputusan itu hak prerogatif Pak Presiden. Kita tidak bisa menyampaikan kapan waktunya dan tidak bisa mengintervensi pertimbangan beliau,” imbuh Isriadi.
Daftar Nama 7 Tokoh di Jateng yang Diajukan Pahlawan Nasional
1. KH Sholeh Darat dari Kota Semarang, yang merupakan ulama besar dan guru dari banyak ulama di Indonesia.
2. Raden Mas Margono Djojohadikusumo dari Banyumas. Pendiri Bank Negara Indonesia (BNI), sekaligus kakek Presiden Prabowo.
3. dr. Kariadi dari Semarang. Dokter pahlawan yang gugur saat pertempuran di Semarang.
4. Letjen Bambang Sugeng dari Temanggung. Tokoh militer dan Panglima Divisi III/Diponegoro.
5. Bambang Soeprapto Dipokoesoemo dari Banyumas. Tokoh pejuang dan pengabdi di masyarakat.
6. Basoeki Probowinoto dari Salatiga. Pejuang kemerdekaan dan tokoh pejuang HAM/pendidikan.
7. Mayjen dr. Roebiono Kertopati dari Purworejo. Perintis Dinas Kesehatan Angkatan Perang/TNI.
Pemprov Jateng Tengah mengusulkan 7 orang tokoh menjadi calon Pahlawan Nasional di tahun 2026. Mereka adalah pejuang kemerdekaan dan berjasa di bidang ekonomi dan pendidikan.