Muktamar ke-35 NU: Bursa Calon Ketum PBNU Diprediksi Mengerucut ke 3 Nama, Siapa Paling Kuat?

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:43 WIB
KH Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya termasuk kandidat yang diunggulkan di Muktamar NU ke 35
KH Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya termasuk kandidat yang diunggulkan di Muktamar NU ke 35 (Foto: muktamar.nu.id)

JOMBANG, RIWARA.ID- Bursa Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Ketum PBNU) kian memanas di Muktamar ke-35 NU di Jombang, Jawa Timur. Pemilihan posisi tertinggi di organisasi Islam terbesar ini dijadwalkan berlangsung pada Sabtu malam, 29 Agustus 2026.

Sebelumnya, sejumlah tokoh terkenal dari kalangan pesantren, pengurus struktural NU, hingga pejabat negara masuk dalam bursa calon Ketum PBNU. Sebut saja nama Pengasuh Ponpes Tebuireng KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), Waketum PBNU Zulfa Mustofa, Pengasuh Ponpes Tegalrejo Magelang Yusuf Chudlori (Gus Yusuf), hingga Pengasuh Ponpes Mamba'ul Ma'arif Denanyar Jombang Abdussalam Shohib (Gus Salam).

Ada juga nama Menteri Agama Nasaruddin Umar, Pengasuh Ponpes Bina Insan Mulia Cirebon KH Imam Jazuli, KH Abdul Ghaffar Rozin (Gus Rozin), hingga petahana KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) juga sempat digadang-gadang masuk dalam radar calon kuat.

Namun, peta dukungan perlahan berubah. Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar secara resmi menyatakan menarik diri dari bursa pencalonan lantaran ingin fokus menjalankan amanah di pemerintahan.

Aturan Tatib Perketat Laju Kandidat

Seleksi alam di bursa calon Ketum PBNU tak terelakkan lantaran terbentur regulasi internal. Mengacu pada Anggaran Rumah Tangga (ART) NU, Peraturan Perkumpulan (Perkum), serta tata tertib pemilihan, sejumlah nama dipastikan gugur lebih awal.

Beberapa figur terganjal oleh aturan rangkap jabatan, masa jeda atau iddah politik, hingga catatan penghentian jabatan. Kecuali ada perubahan mekanisme pemilihan dalam forum muktamar, aturan normatif tersebut otomatis memangkas jumlah kontestan.

Lembaga riset Institut Nahdliyin Nusantara (Insantara) mengonfirmasi bahwa persaingan bakal mengerucut pada tiga nama yang diprediksi melenggang hingga babak akhir pemilihan di Muktamar ke-35 NU.

Tiga sosok kandidat terkuat tersebut adalah:

  • KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) – Petahana Ketum PBNU.
  • KH Imam Jazuli (Kiai Imjaz) – Tokoh muda NU dan Pengasuh Ponpes Bina Insan Mulia Cirebon.
  • KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) – Tokoh senior NU, Pengasuh Ponpes Tebuireng Jombang, dan Ketua PWNU Jawa Timur.

Peneliti Insantara, Wildan Efendy, menjelaskan bahwa pengerucutan tiga nama ini didasarkan pada analisis komprehensif dari tiga parameter utama.

"Kami menentukan tiga kandidat terkuat ini berdasarkan kekuatan basis dukungan suara, rekam jejak serta potret pergerakan figur, hingga hasil wawancara mendalam dengan para pengurus PWNU dan PCNU di seluruh Indonesia," jelas Wildan dalam keterangannya.

Wildan menambahkan, meski banyak figur lain yang sebenarnya memiliki basis dukungan massa yang lumayan di tingkat wilayah dan cabang, langkah mereka terhenti akibat ketatnya syarat administratif dalam aturan tata tertib pemilihan Muktamar ke-35 NU. ***

Aturan rangkap jabatan dan iddah politik bikin bursa Ketum PBNU menyusut di Muktamar ke-35 NU. Tiga kandidat ini diprediksi melaju hingga babak pemilihan. Siapa saja?

Editor
Ali Mahfud -

Jurnalis dan analis internasional, mengurai dinamika geopolitik, ekonomi global, dan konflik dunia dengan ketajaman dan kedalaman.

 Stories