Muktamar NU ke-35 Jombang jadi Muktamarnya Prabowo Subianto, Kok Bisa? Begini Penjelasannya

Jumat, 28 Agustus 2026 | 15:09 WIB
Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan pada Muktamar NU ke-35 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang pada Kamis 27 Agustus 2026
Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan pada Muktamar NU ke-35 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang Jawa Timur pada Kamis 27 Agustus 2026

JOMBANG, RIWARA.ID- Suasana khidmat bercampur haru membuncah di Kompleks Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. Perhelatan akbar Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) resmi dimulai setelah dibuka langsung oleh Presiden Prabowo Subianto pada Kamis, 27 Agustus 2026.

Ketua Panitia Pelaksana (OC) Muktamar ke-35 NU, Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, menyampaikan bahwa kehadiran kepala negara dalam ajang tertinggi jam'iyyah ini bukanlah sekadar agenda formalitas. Lebih dari itu, langkah Presiden Prabowo merupakan bagian dari perwujudan tradisi sejarah panjang hubungan NU dan negara yang terus terjaga melintasi zaman.

Tradisi Kepala Negara di Muktamar NU

Dalam paparan resminya, Gus Ipul menguraikan rekam jejak historis pembukaan Muktamar NU oleh para pemimpin bangsa. Tradisi ini telah diukir sejak era Presiden pertama RI, Ir. Soekarno, lalu berlanjut di masa Presiden Soeharto, termasuk momen monumental Muktamar ke-27 di Situbondo yang mengantarkan kepemimpinan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Jejak manis tersebut terus tersambung di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Muktamar NU di Boyolali serta Makassar, hingga Presiden Joko Widodo pada Muktamar ke-33 di Jombang dan Muktamar ke-34 di Lampung.

"Dan hari ini sejarah agung itu kembali berlanjut. Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama dibuka langsung oleh Presiden RI ke-8, Bapak Prabowo Subianto," tutur Sekjen PBNU tersebut di hadapan ribuan muktamirin.

Cocokologi Angka 8 Dikaitkan Prabowo

Ada momen unik yang mencairkan suasana di tengah acara. Gus Ipul bersama Ketua Majelis Pengasuh Ponpes Bahrul Ulum, KH Hasib Wahab (Gus Hasib), sempat membagikan kelakar 'cocokologi' numerologi yang menghubungkan angka pelaksanaan muktamar dengan sosok Presiden Prabowo.

"Kalau boleh sedikit bermain angka, Bapak Presiden, Muktamar ke-35 jika dijumlahkan 3 ditambah 5 hasilnya 8. Dan yang membuka hari ini adalah Presiden ke-8. Semoga ini menjadi sinyal dan pertanda kebaikan untuk kita semua," kelakar Gus Ipul yang disambut gelak tawa dan tepuk tangan gemuruh para hadirin.

Tak mau kalah, Gus Hasib saat memimpin doa juga membeberkan hitungan khas ala Tambakberas. Menurutnya, tanggal pembukaan 27 Agustus 2026 memiliki simbol tersendiri: penjumlahan angka 2 dan 7 menghasilkan angka 9 (jumlah bintang NU), sedangkan kombinasi tanggal, bulan Agustus (bulan ke-8), dan tahun 2026 erat kaitannya dengan angka kepemimpinan Presiden Prabowo.

"Agustus itu 8, 2 ditambah 6 sama dengan 8. Jadi, muktamar ini muktamarnya Pak Prabowo. Karena 8 ini angkanya Bapak Prabowo ini. Alhamdulillah. Jadi ini istimewa. Ini bahasa Tambakberas itu ilmu utak-atik," jelas Gus Hasib.

Lautan Nahdliyin dan Deretan Tokoh VVIP

Pembukaan perhelatan pertama NU di abad kedua ini berlangsung sangat meriah. Sejak siang hari, ribuan warga Nahdliyin, pengurus daerah, serta tamu undangan telah memadati arena utama.

Acara akbar ini juga dihadiri oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), Bendahara Umum PBNU Gudfan Arif Ghofur, serta jajaran pimpinan PBNU lainnya.

Panggung VVIP juga tampak semarak dengan hadirnya sejumlah tokoh senior bangsa, seperti Mantan Wapres KH Ma'ruf Amin, Mantan Wapres Jusuf Kalla, Prof. Dr. M. Nuh, hingga Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah. Kedatangan para pejabat tinggi negara dan menteri kabinet tersebut disambut hangat oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa beserta panitia lokal.  ***

Pembukaan Muktamar ke-35 NU di Jombang diwarnai kelakar numerologi angka 8 oleh Gus Ipul dan Gus Hasib yang dikaitkan dengan Presiden Prabowo Subianto.

Editor
Ali Mahfud -

Jurnalis dan analis internasional, mengurai dinamika geopolitik, ekonomi global, dan konflik dunia dengan ketajaman dan kedalaman.

 Stories