Muktamar NU ke-35: Ini Alasan Gus Kikin Cocok Jadi Ketua Umum PBNU Gantikan Gus Yahya

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:19 WIB

 

KH Abdul Hakim Mahfudz atau akrab disapa Gus Kikin Pengasuh Ponpes Tebuireng
KH Abdul Hakim Mahfudz atau akrab disapa Gus Kikin Pengasuh Ponpes Tebuireng

JOMBANG, RIWARA.ID - Dinamika Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang kian menghangat. Di tengah isu politik transaksional pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Ketum PBNU), sosok Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), mencuat sebagai figur dengan kualifikasi yang sangat diperhitungkan.

Gus Kikin dinilai tak hanya mumpuni dari sisi keilmuan. Namun kiai yang kini menjadi Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur ini juga memiliki kapasitas kepemimpinan yang utuh. Mulai kemandirian ekonomi, manajerial modern, hingga jejaring strategis.

Penilaian tersebut diungkapkan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Al Aqobah International School (AIS) Jombang, KH A. Junaidi Hidayat, pada Kamis, 27 Agustus 2026. Menurutnya, ruang gerak NU yang teramat luas membutuhkan figur pemimpin berkemampuan komprehensif.

"Sebagai organisasi besar, pemimpin di Nahdlatul Ulama tidak hanya dituntut memiliki kapasitas keilmuan di bidang agama. NU butuh sosok yang secara utuh menguasai manajerial, jaringan, hingga kemampuan membangun kekuatan ekonomi, pendidikan, dan pergerakannya," tutur KH Junaidi.

Rekam Jejak Gus Kikin: Dari Pengusaha hingga Media

Memasuki abad kedua pergerakannya, dinamika global menuntut pimpinan PBNU mampu mengelola aset serta potensi besar jam’iyah secara profesional. Dalam kacamata KH Junaidi, kriteria tersebut melekat kuat pada rekam jejak Gus Kikin.

Selain dikenal sebagai pengasuh pesantren bersejarah Tebuireng, Gus Kikin merupakan figur pengusaha yang kenyang pengalaman di dunia bisnis dan industri media. Cucu pendiri NU Hadratussyaikh KH Hasyim Asy'ari ini pernah berkiprah mengelola media televisi, yang membuktikan kelincahannya dalam merespons arus informasi dan teknologi modern.

"Saya melihat Gus Kikin punya kemampuan yang lebih utuh. Beliau seorang pengusaha, punya kekuatan jejaring untuk membangun pergerakan. Di bidang media pun beliau berpengalaman. Penilaian terhadap calon pemimpin NU harus dilihat secara menyeluruh, karena NU membutuhkan kekuatan kombinasi itu," papar KH Junaidi.

Menuju Kejayaan NU

Pada Muktamar NU ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, harapan besar ditumpukan agar musyawarah tertinggi warga Nahdliyin ini tak terjebak dalam pragmatisme pertarungan kepentingan semata.

KH Junaidi menegaskan, Muktamar di Jombang harus menjadi momentum emas untuk merajut kembali persatuan dan melahirkan nakhoda yang siap membawa NU berlayar lebih jauh. Sektor-sektor vital seperti kemandirian ekonomi warga, penguatan tata kelola organisasi, kualitas pendidikan santri, hingga diplomasi internasional harus menjadi fokus utama PBNU lima tahun mendatang.

"Targetnya agar NU betul-betul siap masuk pada pertarungan abad kedua dengan kedigdayaan di semua aspek. Baik secara ekonomi, manajerial, jaringan internasional, pendidikan, dan sektor strategis lainnya," pungkas dia. ***

Pengasuh Ponpes Tebuireng Gus Kikin dinilai punya kapasitas utuh pimpin PBNU dari manajerial, ekonomi, hingga jaringan. Simak ulasan kiai di Muktamar NU Jombang

Editor
Ali Mahfud -

Jurnalis dan analis internasional, mengurai dinamika geopolitik, ekonomi global, dan konflik dunia dengan ketajaman dan kedalaman.

 Stories