RIWARA.id – Penerbangan kamu pernah delay atau dialihkan jadwalnya karena kabut asap? Jangan ngomel dulu, simak ini penjelasan dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terkait bahaya asap untuk kinerja pesawat terbang.
Saat ini, Indonesia sedang berada pada periode puncak musim kemarau. BMKG memprediksi puncak kemarau terjadi mulai Juli hingga September 2026. Pada akhir Agustus, kondisi kering masih mendominasi di sebagian besar wilayah Indonesia.
Dilansir Riwara.id dari akun Instagram @infobmkg, Jumat 28 Agustus 2026, puncak musim kemarau yang kering tahun ini dipengaruhi oleh fenomena El Nino. Fenomena ini dapat mempengaruhi pola hujan di Indonesia.
Saat intensitas El Nino sangat kuat, curah hujan dapat berkurang di sejumlah wilayah di Indonesia sehingga kondisi udara menjadi lebih kering. Hal itu meningkatkan risiko kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Ketika hutan atau lahan terbakar, maka akan menghasilkan asap dan partikel halus. Asap kebakaran hutan dan lahan ini dapat terbawa angin dan mencapai wilayah di sekitar bandara. Apabila kebakaran semakin meluas, maka kabut asap semakin pekat.
Di dunia penerbangan, informasi jarak pandang merupakan hal yang penting dalam mendukung keselamatan dan kelancaran operasional pesawat terbang. Saat asap semakin pekat, maka jarak pandang juga semakin pendek.
Jarak pandang yang tidak memenuhi persyaratan untuk pesawat terbang lepas landas atau mendarat, dapat menyebabkan penyesuaian penerbangan seperti penundaan, pengalihan, atau pembatasan operasional demi keselamatan.
Selain itu, partikel halus dan abu dari asap dapat mengotori filter udara turbin mesin, menyumbat tabung pitot-static (alat pengukur kecepatan angin dan ketinggian), serta mempercepat keausan komponen internal mesin.
BMKG terus berupaya untuk mendukung keselamatan operasional penerbangan melalui penyediaan informasi cuaca di hampir seluruh bandara di Indonesia. Seperti rute penerbangannya, pengamatan cuaca aktual, prakiraan cuaca, peringatan dini cuaca, dokumen penerbangan untuk pilot dan maskapai, serta kondisi aloptama yang optimal.
Bagi yang ingin mendapatkan informasi lengkap terkait cuaca penerbangan, bisa diakses langsung melalui link web-aviation.bmkg.go.id dan inasiam.bmkg.go.id.
Kabut asap akibat karhutla bisa membahayakan operasional penerbangan. Selain jarak pandang, partikel asap juga bisa mempengaruhi kinerja mesin pesawat.