RIWARA.id – Penentuan desil saat ini masih menjadi perbincangan hangat di masyarakat. Masih banyak yang bertanya-tanya bagaimana sebenarnya penentuan tingkat kesejahteraan sebuah keluarga. Lalu, bagaimana cara menentukan desil? Ini penjelasannya.
Ternyata desil tidak ditentukan oleh satu faktor saja. Ada berbagai variabel sosial ekonomi yang dipertimbangkan bersama-sama untuk menggambarkan kondisi kesejahteraan masyarakat. Maka, desil bukanlah label yang melekat secara permanen pada seseorang atau keluarga.
Perlu diketahui jika desil adalah pengelompokan keluarga berdasarkan posisi relatif tingkat kesejahteraannya. Cara kerja desil yaitu keluarga diperingkat berdasarkan berbagai karakteristik sosial ekonomi, kemudian dibagi menjadi 10 kelompok yang masing-masing mencakup sekitar 10% keluarga.
Desil 1 adalah 10% keluarga dengan tingkat kesejahteraan relatif paling rendah, sedangkan Desil 10 adalah 10% keluarga dengan tingkat kesejahteraan relatif paling tinggi.
Maka, yang perlu dipahami adalah desil menunjukkan posisi relatif suatu keluarga dalam distribusi kesejahteraan berdasarkan data yang tersedia. Desil bukan label yang secara mutlak menyatakan seseorang kaya atau miskin.
Desil membantu pemerintah memahami kondisi sosial ekonomi keluarga secara menyeluruh untuk menghasilkan kebijakan dan program yang lebih tepat sasaran. Desil tidak ditentukan oleh satu faktor saja, tetapi juga mempertimbangkan berbagai variabel sosial ekonomi secara bersama-sama.
Dilansir Riwara.id dari akun Instagram @humasjogja, Rabu 26 Agustus 2026, berikut ini 7 variabel dalam penentuan desil untuk Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN):
1. Identitas kependudukan.
2. Pendidikan.
3. Ketenagakerjaan.
4. Kondisi dan kualitas tempat tinggal.
5. Kesehatan dan disabilitas.
6. Kepemilikan aset.
7. Kepemilikan usaha.
Pemeringkatan untuk tingkat kesejahteraan keluarga dilakukan menggunakan metode statistik Proxy Means Test (PMT). Metode ini terus disempurnakan untuk meningkatkan ketepatan dalam mengukur variabel penciri kesejahteraan.
Data desil bersifat dinamis karena DTSEN terus diperbarui. Posisi desil dapat berubah seiring adanya perubahan kondisi sosial ekonomi keluarga dan perubahan posisi relatifnya dibandingkan keluarga lain.
Pemutakhiran DTSEN dilakukan dengan memanfaatkan berbagai sumber yang meliputi Data Administrasi, Hasil Sensus dan Survei, Pemutakhiran oleh Kementerian/Lembaga dan Pemda, Hasil Sensus dan Suvei, serta pembaruan dari masyarakat.
Dalam hal ini, masyarakat memiliki peran penting untuk pendataan karena masyarakat adalah pihak yang paling mengetahui kondisi sosial ekonomi keluarganya. Apabila menemukan data yang belum sesuai, maka bisa melakukan pembaruan melalui kanal resmi yang meliputi cek bansos milik Kemensos, SIKS-NG melalui operator desa/kelurahan, serta cek DTSEN melalui dtsen-form.bps.go.id.
Ada sejumlah variabel yang menjadi pertimbangan dalam penentuan desil. Tingkatan dalam desil bukan label yang mutlak menyatakan seseorang kaya atau miskin.