Antisipasi Kekeringan dan Karhutla, BMKG Adakan Operasi Modifikasi Cuaca di IKN dan Kaltim

Selasa, 25 Agustus 2026 | 21:14 WIB
Ilustrasi - BMKG Mengadakan Operasi Modifikasi Cuaca di IKN dan Kaltim
Ilustrasi - BMKG Mengadakan Operasi Modifikasi Cuaca di IKN dan Kaltim (Foto: Dibuat dengan AI Chat GPT)

RIWARA.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama Otorita Ibu Kota Negara (OIKN), Tentara Nasional Indonesia – Angkatan Udara (TNI-AU), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Pemerintah Kalimantan Timur (Kaltim) mengadakan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk penanggulangan defisit air di Waduk Sepaku serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Direktur Operasional Modifikasi Cuaca BMKG, Budi Harsoyo, mengatakan saat ini sebaran asap karhutla bergerak ke arah barat laut menuju timur laut hingga melewati batas administratif ke Kalimantan Utara dan Sabah, Malaysia.

Sesuai data per 20 Agustus 2026, wilayah Kaltim pada umumnya mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) kategori Sangat Pendek hingga Panjang, dengan durasi terpanjang di Kab. Kutai Barat serta Kab. Paser yang mencatat HTH selama 28 hari.

“Modifikasi cuaca bukan hanya membuat hujan, tetapi mengoptimalkan potensi awan yang ada. Apabila kondisi awan mendukung, penyemaian awan dapat dilakukan sehingga mempercepat proses turunnya hujan dan dapat memperluas areanya,” ujar Budi dikutip Riwara.id dari laman bmkg.go.id, Selasa 25 Agustus 2026.

Berdasarkan data dari Otorita IKN, cadangan air di Waduk Sepaku yang menjadi sumber air baku bagi wilayah IKN, terus mengalami penurunan sebagai dampak dari El Nino.

Lalu, jumlah titik panas di Kaltim pada 1–23 Agustus 2026 mencapai 13.273 titik, meningkat 35,5% dibanding periode yang sama tahun 2015 ketika puncak musim kemarau yang dibarengi dengan El Nino.

Dalam pelaksanaan OMC, BMKG tidak hanya mempertimbangkan jumlah titik api yang terdeteksi, melainkan juga potensi hujan di wilayah sasaran.

Dengan pertimbangan tersebut, OMC akan dilaksanakan di IKN pada 22–27 Agustus 2026 untuk mengatasi penurunan air Waduk Sepaku. Hasilnya sudah terlihat dengan turunnya hujan di wilayah tersebut dan sekitarnya dalam dua hari ini.

“OMC di Kabupaten Berau dilaksanakan pada 24–28 Agustus untuk mengatasi titik panas berdasarkan permintaan Bupati Berau kepada BNPB serta BMKG,” ungkap Budi.

Sementara, Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan langkah tambahan dalam mengendalikan ancaman kekeringan dan karhutla yang masih berpotensi hingga akhir Agustus 2026.

Saat ini, status penanganan karhutla di Kaltim masih berada pada level Siaga Bencana, belum meningkat menjadi Siaga Darurat. Namun, Seno mengingatkan kepada masing-masing daerah untuk mewaspadai kerawanan dan kondisi kebencanaan di wilayahnya.

Di sisi lain, BMKG bersama stakeholder telah mendirikan posko OMC di beberapa titik untuk mendukung ketahanan air, pangan, serta keselamatan. Posko Pekanbaru, Riau telah menerbangkan 26 sorti bahan semai untuk penanganan karhutla pada 30 Juli hingga 29 Agustus.

Posko Palembang, Sumatra Selatan telah menggelar OMC penanganan karhutla pada 22-26 Agustus. Posko Pontianak, Kalimantan Barat juga telah melaksanakan OMC sepanjang 23-27 Agustus.

BMKG Lakukan OMC di IKN dan Kaltim untuk penanggulangan defisit air di Waduk Sepaku dan mengantisipasi karhutla.

Foto Editor
Ayu Abriyani -

Jurnalis dari Kota Solo yang fokus pada isu pendidikan, sosial dan kemasyarakatan.

 Stories