RIWARA.id – Kebakaran hebat melanda sebuah rumah tinggal yang digunakan sebagai bengkel pembuatan mebel busa di Kampung Tunggulsari RT 05 RW 11, Kelurahan Pajang, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta, Selasa (25/8/2026) pagi.
Peristiwa naas yang dipicu tindakan anak kecil bermain api di sekitar bahan-bahan yang mudah terbakar tersebut mengakibatkan dua orang remaja menderita luka bakar hingga harus dilarikan ke rumah sakit.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, insiden bermula sekitar pukul 09.00 WIB ketika pemilik tempat usaha, Dwi Wijayati Hartoyo (58), bersama sejumlah karyawannya sedang menyelesaikan pesanan pembuatan kursi busa di ruang depan.
Di saat aktivitas produksi berlangsung, seorang anak kecil yang merupakan anak dari salah satu karyawan diduga bermain api dengan membakar potongan busa di sekitar area kerja.
Percikan api dengan cepat menyambar material berkarakter korosif dan berisiko tinggi seperti busa mebel, lem, serta kain penutup sofa yang menumpuk di lokasi workshop tersebut.
Sejumlah saksi di lokasi kejadian, mendengar teriak an warga yang melihat kobaran api mendadak membesar dari bagian dalam bangunan.
Mendengar teriakan bahaya tersebut, pemilik rumah dan warga sekitar berhamburan keluar lalu bahu-membahu berusaha memadamkan titik api dengan peralatan seadanya.
Namun, sempitnya akses jalan, rapatnya antarbangunan permukiman, serta keterbatasan pasokan air membuat warga kewalahan mengendalikan amukan si jago merah.
Melihat kobaran api yang kian tak terkendali, warga segera menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran, jajaran kepolisian Polresta Surakarta, TNI, hingga pihak Kelurahan Pajang.
Tim Pemadam Kebakaran Kota Surakarta mengarahkan sedikitnya 10 unit armada pemadam ke lokasi kejadian, dibantu satu unit tim teknis dari PLN untuk mengamankan jalur kelistrikan di area terdampak.
Setelah perjuangan keras selama lebih dari dua jam, si jago merah akhirnya berhasil dipadamkan total sekitar pukul 11.10 WIB.
Akibat musibah ini, dua orang remaja yang berada di lantai dua rumah yang terbakar menderita luka bakar parah. Korban pertama teridentifikasi bernama Faris Hilmy Saputra (15), warga Kampung Tunggulsari, yang langsung dirujuk ke Rumah Sakit Panti Waluyo.
Sementara itu, korban kedua bernama Darel (15), yang juga warga setempat, dilarikan ke Rumah Sakit Yarsis untuk mendapatkan penanganan medis darurat atas luka bakar yang dialaminya.
Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, yang meninjau langsung lokasi kebakaran usai api padam, menegaskan komitmen pemerintah kota untuk mengawal seluruh proses pemulihan medis para korban.
"Saya menjenguk korban untuk memastikan kondisinya. Dan saya akan pantau terus kondisi korban. Semoga segera pulih," ujar Respati usai mengecek kondisi fisik para korban di rumah sakit.
Respati menjelaskan, berdasarkan laporan awal mitigasi dari Dinas Pemadam Kebakaran, peristiwa ini dikategorikan sebagai kecelakaan kerja di lokasi usaha kecil menengah (UKM).
Menurut Wali Kota, tempat kejadian perkara merupakan bengkel mebel yang terbilang baru beroperasi dan baru saja menerima orderan perdananya dari konsumen.
"Lokasi ini workshop baru, usaha ini benar-benar baru dan baru dapat order. Namun terjadi kecelakaan kerja. Saya turut prihatin," tutur Respati.
Pihak aparat kepolisian dari Polresta Surakarta bersama Tim Inafis langsung melakukan sterilisasi serta olah tempat kejadian perkara (TKP) guna menyelidiki penyebab pasti pemicu kobaran awal dan menaksir total kerugian material.
Hingga berita ini diturunkan, rumah sekaligus lokasi usaha mebel milik Dwi Wijayati Hartoyo diketahui tidak tercover asuransi, dan seluruh kerugian bangunan beserta asset mebel di dalamnya masih dalam pendataan intensif petugas. (*)
Kebakaran melanda bengkel mebel di Pajang, Solo akibat anak bermain api. Dua remaja menderita luka bakar dan Wali Kota Respati turun tangan.