14 Daerah di Jateng Berstatus Awas Kekeringan Meteorologis, Pemprov Berencana Lakukan Modifikasi Cuaca

Selasa, 25 Agustus 2026 | 18:31 WIB
Ilustrasi - Sebanyak 14 Daerah di Jateng Berstatus Awas Kekeringan Meteorologis
Ilustrasi - Sebanyak 14 Daerah di Jateng Berstatus Awas Kekeringan Meteorologis (Foto: Pixabay.com)

RIWARA.id – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Jawa Tengah menetapkan ada 14 daerah yang berstatus Awas Kekeringan Meteorologis, untuk periode 21-31 Agustus 2026.

Daerah tersebut adalah Demak, Kudus, Grobogan, Jepara, Pati, Rembang, Blora, Sragen, Karanganyar, Purworejo, Klaten, Magelang, Cilacap, dan Wonogiri.

Selain itu, BMKG juga memperkirakan jika seluruh wilayah Jawa Tengah masih berpeluang mengalami curah hujan rendah hingga akhir bulan September 2026. Lalu, awal September diperkirakan sebagai kondisi paling kering.

Untuk itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) menyiapkan sejumlah langkah dalam menghadapi ancaman kekeringan.

Salah satu upaya yang direncanakan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, adalah modifikasi cuaca. Hal itu bertujuan mengurangi dampak kekeringan yang berkepanjangan.

“Dengan rencana ini (modifikasi cuaca) ada harapan bisa mengurangi kekeringan panjang tahun ini,” kata Taj Yasin, dikutip Riwara.id dari laman jatengprov.go.id, Selasa 25 Agustus 2026.

Taj Yasin mengungkapkan peringatan kekeringan juga harus menjadi momentum untuk memperbaiki pengelolaan air dalam jangka panjang.

Salah satunya dengan memastikan pembangunan tetap menyediakan ruang bagi air resapan agar mudah masuk ke dalam tanah.

Taj Yasin Maimoen yang akrab disapa Gus Yasin ini juga menyoroti pembangunan permukiman yang terlalu banyak menggunakan beton, sehingga mengurangi area resapan air.

Ia pun mendorong agar pembangunan perumahan tidak seluruhnya menutup permukaan tanah dengan beton. Keberadaan sumur biopori dan sumur resapan di lingkungan rumah, perlu diperbanyak agar air dapat tersimpan di dalam tanah.

Sementara, untuk menghadapi dampak kekeringan yang terjadi di beberapa daerah, Pemprov Jateng melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyiapkan truk tangki untuk mendistribusikan air bersih kepada masyarakat.

Koordinasi juga terus dilakukan Pemprov Jateng bersama pemerintah kabupaten/kota, terutama untuk memastikan ketersediaan air yang layak dikonsumsi bagi warga di wilayah terdampak kekeringan.

Dari prediksi BMKG, hingga akhir bulan Agustus 2026, musim kemarau masih mendominasi di sejumlah wilayah di Indonesia. Masyarakat perlu mengantisipasi dampak cuaca panas dan kondisi utara yang lebih kering.

Masyarakat juga diimbau untuk menghemat penggunaan air, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kekeringan dan karhutla. 

Pemprov Jateng menyiapkan sejumlah langkah menghadapi ancaman kekeringan salah satunya dengan modifikasi cuaca.

Foto Editor
Ayu Abriyani -

Jurnalis dari Kota Solo yang fokus pada isu pendidikan, sosial dan kemasyarakatan.

 Stories