UIN Palangka Raya Kembangkan Drone Berbasis AI untuk Bantu Atasi Karhutla, Bagaimana Cara Kerjanya?

Senin, 24 Agustus 2026 | 20:43 WIB
UIN Palangka Raya Mengembangkan Drone Berbasis AI untuk Bantu Atasi Karhutla
UIN Palangka Raya Mengembangkan Drone Berbasis AI untuk Bantu Atasi Karhutla (Foto: Instagram.com/@kemenag_ri)

RIWARA.id – Universitas Islam Negeri (UIN) Palangka Raya tengah mengembangkan drone berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk deteksi dini hingga mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Alat ini bisa mendeteksi serta memetakan titik api yang ada di lahan gambut.

Pengembangan teknologi tersebut adalah bagian dari Crisis Command Center (CCC) Karhutla UIN Palangka Raya yang diluncurkan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Amien Suyitno, pada Kamis 20 Agustus lalu.

CCC tersebut dikembangkan melalui riset yang bertajuk Development of AI Camera-Equipped Drone System for Targeted Peatland Fire Control and Disaster Mitigation During Extended Dry Seasons in Kalimantan.

Riset itu dipimpin Muhammad Nasir bersama Jhelang Annovasho, Zulya Desmita, dan Fitriyani dari UIN Palangka Raya, serta Faisal Ashari dari Universitas Bojonegoro. Penelitian ini mendapatkan pendanaan melalui Program Riset Indonesia Bangkit Kementerian Agama atau MORA The AIR Funds.

Jhelang Annovasho mengatakan pengembangan teknologi tersebut sangat relevan dengan kondisi Pulau Kalimantan yang saat ini menghadapi ancaman karhutla, terutama saat kemarau panjang.

“Kami berharap teknologi ini tidak berhenti di laboratorium. AI dan drone ini dikembangkan untuk membantu mendeteksi titik rawan kebakaran lebih cepat, sehingga pencegahan serta penanganan karhutla dapat dilakukan sebelum kebakaran meluas,” ujar Jhelang dikutip Riwara.id dari laman kemenag.go.id, Senin 24 Agustus 2026.

Deteksi Api di Lahan Gambut

Teknologi baru dari UIN Palangka Raya tersebut memadukan drone dengan kamera berbasis AI untuk mendeteksi dan memetakan titik api secara lebih presisi. Drone juga dirancang memiliki kemampuan navigasi otomatis, serta pemetaan target untuk pengendalian kebakaran di lahan gambut.

Salah satu tantangan yang ingin dijawab saat ini adalah fenomena smouldering, yakni kebakaran yang berlangsung di bawah permukaan lahan dan sulit terlihat secara visual. Api jenis ini dapat terus membara di dalam lapisan gambut sebelum muncul ke permukaan dan menjadi kebakaran yang lebih luas.

Tiga Tahap Pengembangan Teknologi

Tahap pertama pada tahun 2026, tim fokus pada perancangan sistem, pengumpulan data dari karhutla nyata, serta pelatihan model AI menggunakan metode YOLO (You Only Look Once). Temuan awal riset ini akan diintegrasikan dengan CCC Karhutla UIN Palangka Raya.

Pada tahap kedua, penelitian fokus untuk memperkaya dataset melalui pengujian skala laboratorium dan menyempurnakan kemampuan drone. Integrasi AI dengan drone tersebut memungkinkan pemantauan dapat dilakukan di wilayah yang sulit dijangkau.

Pada tahap ketiga, penelitian fokus untuk penerapan dan pengujian sistem dalam skala lapangan. Drone tidak hanya dikembangkan untuk pemantauan dan deteksi dini, tetapi juga diproyeksikan mendukung mitigasi melalui pengangkutan air, serta membantu proses evakuasi apabila diperlukan.

UIN Palangka Raya mengembangkan drone berbasis AI untuk deteksi dini dan mitigasi karhutla di Kalimantan.

Foto Editor
Ayu Abriyani -

Jurnalis dari Kota Solo yang fokus pada isu pendidikan, sosial dan kemasyarakatan.

 Stories