3 Juta Warga Terancam ISPA Akibat Karhutla, Kemenkes Minta Pakai Masker dan Batasi Keluar Rumah

Senin, 24 Agustus 2026 | 12:38 WIB
Ilustrasi warga terpapar kabut asap dibuat dengan bantuan Gemini AI
Ilustrasi warga terpapar kabut asap dibuat dengan bantuan Gemini AI

RIWARA.id – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meminta masyarakat yang bermukim di daerah terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya paparan kabut asap. Warga dianjurkan segera mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah serta membatasi kegiatan luar ruang ketika kualitas udara memburuk.

Langkah pencegahan ini menjadi sangat krusial guna menekan tingkat paparan partikel halus particulate matter 2,5 (PM2,5) yang terkandung dalam asap karhutla. Partikel berbahaya berukuran kurang dari 2,5 mikrometer tersebut sanggup menembus saluran pernapasan hingga bagian terdalam paru-paru.

Dampak buruk dari masuknya partikel mikroskopis tersebut bukan main-main. Ancaman utama yang mengintai masyarakat adalah meningkatnya risiko gangguan pernapasan akut, termasuk Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa tingginya konsentrasi PM2,5 di udara harus menjadi perhatian serius bersama. Hal ini menyusul kian meluasnya area kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Indonesia.

"Untuk karhutla, banyak partikel-partikel, istilahnya PM2,5. Itu banyak bertebaran di udara dan itu sangat mengganggu paru-paru pernapasan kita, banyak penyakit pernapasan seperti infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA," kata Budi Gunadi Sadikin dalam keterangan resminya, Minggu (23/8/2026).

Sebagai informasi, PM2,5 merupakan polutan udara mikroskopis yang dihasilkan dari proses pembakaran material organik skala besar, termasuk karhutla. Karena ukurannya yang amat tipis dan tak kasat mata, partikel ini sangat mudah terhirup tanpa disadari.

Saat terhirup secara terus-menerus, kabut asap karhutla memicu serangkaian gangguan kesehatan secara mendadak. Gejala umum yang kerap muncul di antaranya iritasi mata, tenggorokan gatal, batuk tak kunjung sembuh, hingga sesak napas.

Bagi warga yang memiliki riwayat komorbid seperti penyakit paru kronis atau asma, paparan polusi udara ini dapat memicu serangan mendadak dan memburukkan kondisi kesehatan yang ada secara drastis.

Kemenkes pun memberi perhatian khusus pada kelompok rentan yang mencakup balita, anak-anak, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan. Kelompok ini diminta mengambil tindakan perlindungan diri lebih awal tanpa harus menunggu munculnya keluhan atau rasa sakit.

Memaksimalkan perlindungan diri, Kemenkes menyarankan penggunaan masker standar yang mampu menyaring partikel halus saat harus terpaksa beraktivitas di luar gedung. Di samping itu, warga disarankan menunda atau mengurangi kegiatan olahraga di area terbuka.

Masyarakat juga diimbau aktif memantau kondisi lingkungan secara mandiri. Pengecekan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) atau indeks kualitas udara secara berkala melalui aplikasi pemantau resmi menjadi panduan penting sebelum memutuskan keluar rumah.

Data terbaru Kemenkes per 21 Agustus 2026 mencatat dampak karhutla telah meluas hingga ke 87 kabupaten/kota di tujuh provinsi utama. Wilayah terdampak meliputi Jambi, Riau, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur.

Dari pemetaan wilayah tersebut, sedikitnya 3 juta jiwa yang tersebar di 37 kabupaten/kota tercatat terpapar langsung oleh pekatnya kabut asap. Kondisi darurat ini menuntut tindakan cepat seluruh pihak agar tidak berlanjut menjadi krisis kesehatan publik.

Kemenkes memperingatkan warga untuk tidak menganggap remeh gejala-gejala awal gangguan pernapasan. Jika mengalami batuk persisten, nyeri dada, iritasi mata berat, atau kesulitan bernapas, warga diminta tak ragu mengunjungi apotek terdekat untuk pertolongan awal atau langsung mendatangi puskemas dan rumah sakit.

Penanganan medis yang cepat dan tepat dari tenaga kesehatan terdekat sangat diperlukan untuk memutus risiko komplikasi penyakit pernapasan yang lebih berat. (*)

Kemenkes imbau warga terdampak karhutla di 7 provinsi pakai masker dan batasi aktivitas luar rumah demi cegah bahaya PM2,5 dan ISPA.

Foto Editor
Ari Kristyono -

Wartawan sejak era mesin ketik dan sedang terus belajar untuk menjadi jurnalis era digital.

 Stories