RIWARA.id – Presiden Prabowo Subianto menilai kualitas buku ajar untuk siswa sekolah yang tersedia saat ini kurang menarik, sehingga berpengaruh pada menurunnya budaya membaca bagi anak. Untuk itu, Presiden Prabowo terus mematangkan langkah pembaruan buku ajar nasional sebagai bagian memperkuat fondasi pendidikan di Indonesia.
Pembaruan itu tidak hanya ditujukan untuk peningkatan kualitas materi pembelajaran, tetapi juga mendorong tumbuhnya budaya membaca sejak usia dini, guna menyiapkan sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan berdaya saing global.
Rencana pembaruan buku ajar tersebut diungkapkan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya yang dikutip Riwara.id dari akun Instagram @sekretariat.kabinet, Minggu 9 Agustus 2026. Teddy juga mengatakan jika rencana Presiden tersebut berawal dari hasil peninjauan langsung ke sejumlah sekolah.
“Sebelum ada rencana pembaruan buku, Presiden sudah mengecek buku pelajaran yang digunakan para siswa, mulai dari kualitas bahan, ukuran huruf, hingga kenyamanan saat membaca,” jelas Teddy.
Berdasarkan hasil peninjauan itu, Presiden kemudian menginstruksikan agar dilakukan evaluasi terhadap buku ajar dari jenjang SD hingga SMA. Ia juga akan membandingkannya dengan buku-buku dari negara tetangga sebagai bahan penyempurnaan.
“Buku ajar diharapkan bisa didesain dengan lebih menarik, ukuran huruf yang lebih nyaman dibaca, serta menggunakan bahan yang lebih baik sehingga dapat digunakan dalam jangka waktu yang lebih panjang,” tutur Teddy.
Pembaruan buku ajar tersebut juga menjadi upaya pemerintah dalam membangun kembali budaya membaca di lingkungan pendidikan. Dari upaya itu, diharapkan kebiasaan membaca bisa tumbuh sejak dini sehingga melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan di masa depan.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi juga menyatakan hal serupa. Presiden Prabowo menginginkan agar buku ajar memiliki kualitas yang lebih baik sehingga dapat dimanfaatkan dalam jangka waktu lama.
"Kalau tampilan kan tadi sudah kami jelaskan, yaitu isinya menarik, tulisan juga nyaman dibaca, dan bahannya bagus. Mungkin kadang-kadang, kan ada yang tidak dimiliki pribadi dan kemudian diwariskan atau dipakai oleh adik kelasnya," jelas Mensesneg.
Selain pembaruan tampilan dan kualitas fisik buku, Presiden Prabowo juga akan memperhatikan penguatan karakter kebangsaan, peningkatan pembelajaran sains dan teknologi, serta penguasaan bahasa asing sebagai bekal generasi muda menghadapi tantangan global.
Pemerintah berencana melakukan pembaruan Buku Ajar untuk siswa sekolah agar lebih menarik dan mampu meningkatkan minat baca.