El Nino 2026, Musim Kemarau Jadi Lebih Kering dan Panjang, Ini Upaya Kementerian Pertanian Jaga Produksi Pangan

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:00 WIB
Ilustrasi - Upaya Kementerian Pertanian dalam Menjaga Produksi Pangan saat Puncak Musim Kemarau 2026
Ilustrasi - Upaya Kementerian Pertanian dalam Menjaga Produksi Pangan saat Puncak Musim Kemarau 2026 (Foto: magnific.com)

RIWARA.id – Sesuai prediksi Badan Mereorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), El Nino 2026 melanda Indonesia hingga awal 2027. Hal itu mengakibatkan musim kemarau di Indonesia menjadi lebih kering dan panjang.

Musim kemarau mulai terjadi secara bertahap pada bulan April hingga Juni 2026. Lalu, pada bulan Juli hingga September 2026 adalah puncak musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia.

Pada puncak musim kemarau, BMKG telah merinci sejumlah wilayah di Indonesia yang terdampak. Di bulan Juli 2026, wilayah yang terdampak yaitu sebagian Sumatra, sebagian kecil Kalimantan dan dan Jawa, NTT bagian selatan, Sulawesi Barat, sebagian Sulawesi Tengah, serta Maluku dan Papua.

Pada Agustus 2026, wilayah yang terdampak berada di sebagian besar Jawa, Bali, NTB, sebagian NTT, sebagian besar Kalimantan, sebagian Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, dan sebagian besar Papua. Lalu, pada September 2026, wilayah yang terdampak adalah Bangka Belitung, Sumatra Selatan, Lampung, sebagian NTT, Kalimantan Selatan, Maluku Utara, serta Papua Pegunungan.

El Nino yang panjang sangat mempengaruhi kondisi pertanian di Indonesia seperti pasokan air yang menurun dan membuat irigasi terbatas, produktivitas turun dan risiko gagal panen meningkat, kualitas dan kuantitas hasil pertanian juga menurun, serta ketersediaan air bersih juga semakin terbatas.

 

Upaya Menjaga Produksi Pangan

Terkait kondisi tersebut, Kementerian Pertanian mengambil langkah terintegrasi untuk mengatasi dampak kekeringan melalui penguatan infrastruktur irigasi, pompanisasi, sistem peringatan dini, dan kolaborasi lintas sektor.

Dilansir Riwara.id dari akun Instagram @kementerianpertanian, Minggu 9 Agustus 2026, berikut ini upaya pemerintah dalam menghadapi El Nino 2026:

- Menyiapkan 56.000 unit pompa air yang didistribusikan untuk wilayah yang terdampak kekeringan, dan masih memiliki sumber air permukaan maupun air tanah. Upaya itu untuk mengairi lahan pertanian saat musim kemarau secara cepat, tepat dan berkelanjutan.

- Memperkuat infrastruktur irigasi dengan 89.600 kegiatan dan target layanan adalah 2,1 juta Ha. Program kegiatan ini berupa irigasi perpompaan dengan target 17.400 unit, irigasi perpipaan dengan target 3.500 unit, embung, long storage, dam parit, dan rehabilitasi jaringan irigasi tersier.

- Melakukan kolaborasi nasional bersama pihak terkait yang terdiri dari rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi, pembangunan sumur bor dan JIAT, pompanisasi dan pipanisasi, normalisasi saluran, serta monitoring dan penanganan kekeringan.

- Dukungan untuk petani berupa bantuan benih bagi yang gagal panen dan pendampingan klaim AUTP bagi yang terdampak OPT/DPI.

Dengan adanya mitigasi tersebut, Kementerian Pertanian berharap produksi pangan nasional bisa tetap aman dan berkelanjutan meskipun menghadapi kemarau panjang.

Kementerian Pertanian melakukan mitigasi untuk mengatasi dampak kekeringan di sektor pertanian. Upaya itu untuk menjaga produksi pangan nasional.

Foto Editor
Ayu Abriyani -

Jurnalis dari Kota Solo yang fokus pada isu pendidikan, sosial dan kemasyarakatan.

 Stories