RIWARA.id – Pesawat tempur otonom tanpa awak X-62A VISTA milik Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) sukses melancarkan demonstrasi intersepsi simulasi terhadap jet latih T-38 Talon dengan memanfaatkan pod pendeteksi inframerah IRST21.
Keberhasilan pengetesan canggih tersebut mengonfirmasi lompatan besar dalam pengembangan sistem kendali kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) untuk jet tempur masa depan.
Raksasa dirgantara Lockheed Martin mengumumkan pencapaian krusial ini setelah X-62A VISTA—yang dikembangkan dari basis jet tempur legendaris F-16—berhasil menyelesaikan skenario pertempuran udara tanpa campur tangan manusia secara langsung.
Dalam uji coba tersebut, platform X-62A berperan sebagai laboratorium terbang untuk menguji kemampuan otonom pesawat tempur pendamping atau Collaborative Combat Aircraft (CCA).
Dilansir Turdef, pesawat latih T-38 Talon yang disiagakan dalam simulasi tersebut diposisikan sebagai jet tempur musuh yang harus dilacak dan dicegat di udara.
Komponen utama yang menjadi kunci sukses misi simulasi ini adalah pod sensor IRST21 (Infrared Search and Track).
Teknologi IRST21 memberi kemampuan bagi jet generasi keempat untuk memindai, mendeteksi, serta melacak jejak panas target dari jarak jauh secara presisi.
Perangkat pendeteksi inframerah canggih ini dapat dipasang sebagai pod mandiri maupun diintegrasikan langsung pada tangki bahan bakar bahan bakar bagian tengah pesawat.
Dalam doktrin tempur udara modern, sistem armada CCA memang dirancang untuk mengusung sensor IRST sebagai pelengkap utama radar utama.
Berbeda dari sistem radar konvensional yang bekerja secara aktif dengan memancarkan dan menerima gelombang sinyal, sensor IRST bekerja secara pasif sepenuhnya.
Cara kerja pasif tersebut menjadi keunggulan taktis luar biasa karena mampu menghindari deteksi dari sistem pendukung elektronik (Electronic Support Measures) milik musuh.
Tak hanya itu, sensor IRST dengan jangkauan deteksi menembus lebih dari 100 kilometer ini digadang-gadang menjadi penangkal utama (countermeasure) paling efektif untuk memburu jet tempur berteknologi stealth (siluman).
Pesawat siluman dengan penampang radar amat kecil (Low Radar Cross-Section) yang sulit tertangkap gelombang radar biasa tetap akan memancarkan radiasi panas dari mesin dan gesekan udara, sehingga mudah diendus oleh sensor inframerah.
Meski demikian, pakar penerbangan militer mencatat bahwa jarak jangkauan sensor IRST saat ini masih di bawah kemampuan radar AESA (Active Electronically Scanned Array) modern.
Oleh karena itu, pengembang tidak memproyeksikan IRST sebagai pengganti radar utama, melainkan sebagai kombinasi pemantau yang saling melengkapi dalam ekosistem pertempuran.
Ke depan, konsep perpaduan dua jenis sensor ini bakal menjadi standar baru pada rancangan jet tempur siluman generasi keenam maupun armada jet otonom tanpa awak di belahan dunia. (*)
Jet otonom X-62A VISTA sukses lacak dan cegat T-38 Talon pakai sensor IRST21. Inovasi AI tempur AS penyapu jejak stealth musuh.