Revitalisasi Keraton Surakarta Baru 20 Persen, Pemerintah Fokus Perbaikan Museum dan Bangunan Terbengkalai

  • Inung R Sulistyo
  • Jumat, 27 Maret 2026 | 03:29 WIB
  • Default Publisher Publish by: Inung R Sulistyo

RIWARA.id - Program revitalisasi Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat masih berada pada tahap awal dengan progres sekitar 20 persen, khususnya pada sektor museum. Pemerintah menegaskan perbaikan akan dilakukan bertahap, dengan prioritas pada bangunan yang mengalami kerusakan dan kurang terawat.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengungkapkan bahwa revitalisasi Keraton Surakarta tidak bisa dilakukan secara instan, mengingat kompleksitas bangunan serta nilai sejarah yang melekat pada setiap bagian keraton.

Menurutnya, proses perbaikan harus dilakukan secara hati-hati agar tidak menghilangkan keaslian struktur maupun nilai historisnya.

“Baru sekitar 20 persen untuk bagian museum. Ini memang dilakukan secara bertahap karena kita harus menjaga keaslian bangunan,” ujar Fadli Zon saat meninjau langsung kawasan keraton, Kamis (26/3/2026).

Fokus awal revitalisasi saat ini diarahkan pada pengembangan museum sebagai pusat edukasi sejarah dan budaya Jawa. Pemerintah berharap museum yang representatif dapat menjadi daya tarik utama bagi wisatawan, sekaligus sarana pembelajaran generasi muda.

Temuan Bangunan Kurang Terawat

Dalam kunjungannya, Fadli Zon juga menyoroti sejumlah bangunan bersejarah di bagian belakang keraton yang dinilai kurang mendapatkan perawatan optimal. Kondisi ini dinilai berpotensi mengurangi nilai estetika sekaligus daya tarik kawasan keraton secara keseluruhan.

“Saya melihat ada bangunan bersejarah di bagian belakang yang kurang te rawat. Ini tentu perlu perhatian serius,” katanya.

Pemerintah pun berencana memasukkan area tersebut ke dalam tahap revitalisasi berikutnya, dengan pendekatan konservasi yang mengacu pada Undang-Undang Cagar Budaya.

Tidak Sekadar Renovasi Fisik

Fadli Zon menegaskan bahwa revitalisasi Keraton Surakarta bukan sekadar proyek renovasi fisik, melainkan upaya menyeluruh dalam menjaga identitas budaya bangsa.

Ia menyebut keraton sebagai pusat peradaban Jawa yang memiliki peran penting dalam perjalanan sejarah Indonesia.

Selain itu, revitalisasi juga diarahkan untuk menghidupkan kembali fungsi keraton sebagai pusat kebudayaan yang aktif, bukan hanya sebagai objek wisata pasif.

Dorong Wisata dan Ekonomi Lokal

Lebih jauh, pemerintah menilai bahwa optimalisasi Keraton Surakarta akan berdampak langsung terhadap sektor pariwisata dan ekonomi lokal di Kota Solo.

Dengan konsep pengembangan terpadu, kawasan keraton diharapkan mampu menarik lebih banyak wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

Berbagai potensi wisata yang akan dikembangkan meliputi wisata sejarah, budaya, wastra, hingga kuliner khas keraton.

Langkah ini dinilai sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan pelestarian budaya sebagai bagian dari strategi pembangunan nasiona l.

Perlu Kolaborasi Banyak Pihak

Fadli Zon menekankan bahwa keberhasilan revitalisasi tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah pusat, tetapi juga membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk keluarga keraton, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Ia berharap sinergi tersebut dapat mempercepat proses revitalisasi tanpa mengabaikan aspek pelestarian.

“Ini perlu kerja sama semua pihak agar Keraton Surakarta bisa kembali menjadi pusat budaya yang hidup dan diminati masyarakat,” ujarnya.

Dengan progres yang masih berada di angka 20 persen, revitalisasi Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat masih membutuhkan waktu dan komitmen jangka panjang. Namun, pemerintah optimistis proyek ini akan menjadi tonggak penting dalam menjaga warisan budaya sekaligus mendorong kebangkitan pariwisata berbasis sejarah di Indonesia.

Revitalisasi Keraton Surakarta baru mencapai 20 persen. Pemerintah fokus perbaikan museum dan bangunan terbengkalai demi dorong wisata budaya.

 

Revitalisasi Keraton Surakarta baru mencapai 20 persen. Pemerintah fokus perbaikan museum dan bangunan terbengkalai demi dorong wisata budaya.

Foto Editor
Author : Inung R Sulistyo

Jurnalis dan analis internasional, mengurai dinamika geopolitik, ekonomi global, dan konflik dunia dengan ketajaman dan kedalaman. Menulis untuk pembaca yang ingin memahami arah perubahan dunia serta dampaknya bagi Indonesia.

Topic News