RIWARA.id - Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026, dua ruas tol di Yogyakarta akan dioperasikan secara fungsional atau gratis.
Pengoperasian ruas tol tersebut dilakukan oleh Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) bersama Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).
Dikutip Riwara.id dari akun Instagram @humasjogja, Sabtu 14 Maret 2026, berikut ini 2 ruas tol yang dibuka gratis:
- Ruas Tol Yogyakarta - Bawen seksi 6 (SS Ambarawa ke JC Bawen). Ruas tol sepanjang 4,98 km ini direncanakan beroperasi satu jalur satu arah (situasional) sesuai diskresi kepolisian.
Ruas tol ini dibuka khusus bagi kendaraan golongan I (non-bus) untuk mendukung kelancaran arus mudik dan balik.
Arus mudik (jalur A) dari Tol Semarang - Solo keluar di GT Bawen dan lanjut ke akses Ambarawa melalui Ramp 4 SS Ambarawa.
Arus balik (jalur B) dari Ambarawa masuk melalui Ramp 1 SS Ambarawa dan menuju Bawen.
- Ruas Tol Solo - Yogyakarta - NYIA segmen Prambanan - Purwomartani sepanjang 12,23 km, yang akan beroperasi fungsional mulai 16 Maret 2026.
Ruas tol ini dibuka untuk mengantisipasi antusiasme masyarakat yang akan mudik atau berwisata ke Yogyakarta.
Jalur ini hanya akan dioperasikan satu arah secara terbatas setiap harinya yaitu pukul 06.00 - 16.00 WIB.
Pengguna jalan tol masuk melalui Gerbang Tol Purwomartani menuju arah Prambanan, Klaten hingga ke Solo.
Ketentuannya wajib tap kartu elektronik, tetapi saldo tidak terpotong. Khusus kendaraan golongan I (non-bus).
Kapoda DIY, Brigjen Pol. Anggoro Sukartono, mengatakan pengaktifan ruas tol tersebut telah melalui survei yang dilakukan bersama Kementerian Perhubungan.
Menurutnya, ruas tol itu dibuka untuk membantu arus kendaraan keluar dari wilayah Yogyakarta setelah puncak kedatangan pemudik.
“Berdasarkan informasi dari Kementerian Perhubungan, Tol Purwomartani akan dibuka satu arah untuk akses keluar dari DIY,” ujarnya.
Kebijakan tersebut disiapkan dengan pertimbangan tingginya jumlah mobilitas masyarakat yang akan masuk ke wilayah Yogyakarta.
< p>Berdasarkan hasil survei Kementerian Perhubungan, jumlah kedatangan masyarakat di DIY diperkirakan mencapai 8,2 juta orang.
Angka tersebut diperoleh dari berbagai indikator. Mulai dari estimasi penggunaan kendaraan pribadi, jumlah penumpang kereta api di Stasiun Tugu dan Lempuyangan, serta jumlah kendaraan yang masuk jalur tol utama seperti Gerbang Tol Kalikangkung.
Sebagian besar pemudik diperkirakan berasal dari Jakarta dan sekitarnya. Dengan waktu tempuh perjalanan darat sekitar enam jam, kepadatan kendaraan diperkirakan meningkat beberapa hari menjelang lebaran.
“Data inilah yang akan kami gunakan untuk memprediksi tingkat kemacetan. Sebab, penyumbang wisatawan terbesar adalah dari Jakarta,” tutur Anggoro.
Puncak kedatangan pemudik diperkirakan terjadi pada H-5 hingga H-3 Idul Fitri. Selain rekayasa lalu lintas, kepolisian juga menekankan pentingnya penyebaran informasi kepada masyarakat terkait kondisi lalu lintas di wilayah DIY.
Informasi tersebut salah satunya mengenai estimasi antrean kemacetan di suatu jalur. Baik satu jam, 15 menit, maupun 10 menit.
Dengan demikian, para pengguna jalan bisa mengetahui kondisi lalu lintas yang sebenarnya saat melintas di jalur tersebut.
Ayu Abriyani


BPJT bersama BUJT membuka dua ruas tol Yogyakarta Bakal Dibuka Gratis Jelang Lebaran 2026