RIWARA.ID – Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Prancis Emmanuel Macron dijadwalkan melakukan kunjungan resmi ke Jepang pada akhir Maret 2026.
Informasi tersebut disampaikan oleh Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Minoru Kihara, yang menyebut kedua pemimpin akan melakukan pembicaraan dengan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi.
Kabar itu dilansir Riwara.id pada hari ini, Sabtu (14 Maret 2026) dari laman Nippon.
Menurut Kihara, Presiden Prabowo dijadwalkan melakukan kunjungan selama tiga hari mulai 29 Maret 2026, sementara Macron akan menyusul dua hari kemudian untuk kunjungan resmi selama tiga hari berikutnya.
Selain bertemu dengan Perdana Menteri Jepang, kedua pemimpin juga dijadwalkan melakukan audiensi dengan Naruhito, Kaisar Jepang.
Bahas Situasi Geopolitik Global
Sebagai ketua Group of Seven (G7) saat ini, Macron diperkirakan akan membahas berbagai isu geopolitik global bersama pemerintah Jepang.
Salah satu topik yang kemungkinan dibicarakan adalah konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran, serta koordinasi negara-negara sekutu dalam menghadapi dinamika keamanan global.
“Jepang dan Prancis merupakan mitra khusus yang berbagi nilai dan prinsip fundamental,” kata Kihara dalam konferensi pers.
Perkuat Kerja Sama Indonesia–Jepang
Sementara itu, pertemuan antara Prabowo dan Takaichi diperkirakan akan berfokus pada penguatan kerja sama keamanan dan ekonomi antara Indonesia dan Jepang.
Kedua pemimpin juga akan bertukar pandangan mengenai dinamika keamanan di kawasan Asia, terutama terkait meningkatnya ketegangan di Laut China Timur dan Laut China Selatan.
Kawasan tersebut menjadi sorotan internasional akibat meningkatnya aktivitas militer dan tekanan geopolitik yang melibatkan China dan sejumlah negara di kawasan Indo-Pasifik.
Kunjungan ini dipandang sebagai langkah penting untuk memperkuat kemitraan strategis Jepang dengan Indonesia dan Prancis di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks.*
Inung R Sulistyo





Presiden Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Prancis Emmanuel Macron akan melakukan kunjungan resmi ke Jepang pada akhir Maret 2026. Pertemuan dengan PM Jepang Sanae Takaichi diperkirakan membahas kerja sama keamanan, ekonomi, dan situasi geopolitik global.