RIWARA.id - Iran memberikan jaminan keamanan bagi kapal-kapal India yang melintas di jalur energi paling strategis di dunia, Selat Hormuz, meski kawasan tersebut masih diliputi ketegangan akibat konflik militer dengan Amerika Serikat dan Israel.
Duta Besar Iran untuk India, Mohammad Fathali, pada Jumat menyatakan bahwa kapal-kapal India akan tetap diizinkan melintas dengan aman melalui jalur pelayaran tersebut.
“Ya, Anda bisa melihatnya nanti, dan saya pikir setelah dua atau tiga jam… karena kami percaya bahwa Iran dan India adalah teman,” kata Fathali ketika menjawab pertanyaan mengenai keamanan jalur pelayaran kapal tanker India.
Pernyataan itu disampaikan kepada RT India dan dikutip riwara.id pada hari ini, Sabtu 14 Maret 2026 dari laman Sputnik.
Komunikasi Langsung Modi dan Presiden Iran
Jaminan tersebut muncul setelah percakapan telepon antara Perdana Menteri India Narendra Modi dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian.
Kedua pemimpin negara membahas langkah-langkah untuk memastikan kelancaran pasokan energi serta keamanan jalur pelayaran yang sangat penting bagi perdagangan glo bal.
Menurut laporan stasiun televisi India News18, pemerintah India saat ini juga tengah bernegosiasi dengan Iran untuk menjamin keamanan jalur bagi setidaknya delapan kapal tanker India lainnya yang akan melintas.
Sementara itu, NDTV melaporkan bahwa setidaknya dua kapal tanker India, Pushpak dan Parimal, telah berhasil melewati Selat Hormuz setelah komunikasi antara kedua pemimpin berlangsung.
Jalur Energi Dunia yang Krusial
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling vital bagi perdagangan energi global. Selat sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab ini menjadi jalur utama pengiriman minyak mentah dan gas alam cair dari negara-negara Teluk menuju pasar dunia.
Diperkirakan sekitar 20 persen perdagangan global minyak, produk minyak bumi, dan gas alam cair melewati jalur ini setiap hari.
Bagi India, stabilitas jalur tersebut sangat penting karena negara itu mengimpor lebih dari 60 persen kebutuhan LNG-nya, sebagian besar berasal dari pemasok utama di kawasan Teluk seperti Arab Saudi dan Qatar.
Ketegangan Militer Sempat Ganggu Pelayaran
Aktivitas pelayaran di Selat Hormuz sempat hampir terhenti setelah konflik meningkat pada 28 Februari, ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran.
Serangan tersebut menyebabkan kerusakan infrastruktur serta korban sipil. Iran kemudian membalas dengan meluncurkan serangan ke wilayah Israel dan sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di Timur Tengah.
Situasi tersebut sempat meningkatkan kekhawatiran global karena potensi gangguan pada jalur energi yang menjadi salah satu urat nadi perdagangan minyak dunia.
Namun dengan jaminan keamanan dari Teheran kepada India, sebagian aktivitas pelayaran mulai kembali berjalan secara terbatas di kawasan tersebut.*
Inung R Sulistyo





Iran menjamin kapal tanker India dapat melintas dengan aman di Selat Hormuz meski konflik dengan AS dan Israel masih berlangsung. Jalur ini mengalirkan sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia.