Yusril Kecam Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS: Serangan terhadap Demokrasi

  • Inung R Sulistyo
  • Sabtu, 14 Maret 2026 | 16:43 WIB
  • Default Publisher Publish by: Inung R Sulistyo
Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra
Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra (Foto: Tangkap Layar Instagram @kumham.imipas)

RIWARA.ID – Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra mengecam keras aksi penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, yang diduga dilakukan oleh orang tak dikenal di Jakarta.

Yusril menilai tindakan tersebut merupakan serangan terhadap nilai-nilai demokrasi dan penegakan hak asasi manusia di Indonesia.

“Tindakan penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus dari KontraS adalah serangan terhadap demokrasi itu sendiri,” kata Yusril dalam keterangan resminya, Sabtu (14/3/2026).

Menurutnya, kekerasan terhadap aktivis demokrasi dan HAM tidak dapat dibenarkan dalam keadaan apa pun.

“Aktivis HAM bekerja untuk kepentingan rakyat dan kepentingan negara, karena penegakan HAM dan demokrasi merupakan amanat konstitusi,” ujarnya.

Perbedaan Pendapat Tak Boleh Berujung Kekerasan

Yusril menegaskan bahwa dalam negara demokrasi setiap pihak harus menjunjung tinggi sikap saling menghormati terhadap perbedaan pandangan.

Menurut dia, perbedaan pendapat tidak dapat dijadikan alasan untuk melakukan tindakan kriminal.

“Dalam demokrasi setiap orang hendaknya berpegang pada prinsip menghormati perbedaan dan keragaman karena semua berbuat untuk kepentingan bersama, bukan untuk kepentingan pribadi,” katanya.

Ia juga meminta aparat penegak hukum, khususnya Kepolisian Negara Republik Indonesia, untuk mengusut kasus tersebut secara tuntas, bukan hanya menangkap pelaku di lapangan, tetapi juga mengungkap pihak yang berada di balik peristiwa tersebut.

Yusril menilai pola serangan yang terjadi menunjukkan indikasi adanya perencanaan yang terorganisir.

“Saya meminta aparat penegak hukum, khususnya Polri, memastikan pengusutan tuntas sampai ke aktor intelektual, bukan hanya pelaku penyerangan di lapangan,” tegasnya.

Pemerintah Tegaskan Komitmen Lindungi Aktivis

Yusril juga menegaskan bahwa Prabowo Subianto memiliki komitmen kuat dalam menjunjung tinggi hukum, demokrasi, dan hak asasi manusia.

Menurutnya, pemerintah tidak akan memberikan toleransi terhadap tindakan kekerasan dalam bentuk apa pun, baik terhadap aktivis maupun pihak lain yang memiliki pandangan berbeda dengan pemerintah.

“Presiden juga mengundang mereka yang sering berbeda pendapat dengan pemerintah untuk berdialog secara terbuka di Istana. Presiden tidak akan bertoleransi terhadap tindakan kekerasan kepada aktivis atau siapa pun juga,” ungkap Yusril.

Polisi Mulai Lakukan Penyelidikan

Sementara itu, pihak Polda Metro Jaya menyatakan tengah menyelidiki kasus dugaan penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus yang terjadi di kawasan Jl. Salemba I, Senen, Jakarta Pusat.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Budi Hermanto mengatakan pihak kepolisian saat ini masih melakukan pendalaman terkait peristiwa tersebut.

“Korban telah mendapatkan penanganan medis di RSCM, dan kepolisian sedang melakukan penyelidikan secara menyeluruh untuk mengungkap pelaku serta motif di balik kejadian tersebut,” ujarnya.

Kronologi Kejadian

Peristiwa itu bermula ketika korban tengah mengendarai sepeda motor di lokasi kejadian.

Tiba-tiba korban diduga disiram cairan oleh orang tak dikenal dari arah depan hingga menyebabkan korban terjatuh.

Setelah kejadian, korban meminta bantuan rekannya berinisial RFA (30) untuk dibawa ke rumah sakit.

Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk mendapatkan penanganan medis.

Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka di beberapa bagian tubuh, di antaranya:

tangan kanan dan kiri

wajah

dada

mata kanan

Saat ini korban masih menjalani perawatan intensif.

Polda Metro Jaya memastikan ak an menangani kasus ini secara serius dan profesional. Polisi juga mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait kejadian tersebut agar segera melapor kepada pihak kepolisian.*

Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra mengecam keras aksi penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus di Jakarta. Pemerintah meminta Polri mengusut tuntas hingga aktor intelektual di balik serangan tersebut.

Foto Editor
Author : Inung R Sulistyo

Jurnalis dan analis internasional, mengurai dinamika geopolitik, ekonomi global, dan konflik dunia dengan ketajaman dan kedalaman. Menulis untuk pembaca yang ingin memahami arah perubahan dunia serta dampaknya bagi Indonesia.

Topic News