RIWARA.id, JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Digital memprediksi lonjakan signifikan trafik data dan layanan telekomunikasi selama periode mudik Lebaran 2026. Pemerintah memperkirakan peningkatan penggunaan jaringan bisa mencapai 30 hingga 40 persen dibanding hari normal.
Sekretaris Jenderal Ismail (Sekretaris Jenderal Kemkomdigi) menyebut lonjakan trafik tahun ini berpotensi lebih tinggi dibandingkan periode mudik tahun sebelumnya.
“Lonjakan trafik cukup lumayan diperkirakan, agak tinggi. Mungkin bisa meningkat dibanding tahun lalu. Diperkirakan tahun ini 30–40 persen lonjakan,” kata Ismail di Jakarta, Jumat (13/3/2026).
Peningkatan ini jauh lebih tinggi dibandingkan lonjakan trafik pada periode mudik tahun 2025 yang tercatat sekitar 20 persen dari kondisi hari normal.
Libur Panjang Jadi Pemicu Lonjakan Trafik
Lonjakan penggunaan data diperkirakan terjadi karena periode libur nasional yang cukup panjang dan bertepatan dengan perayaan Idul Fitri 2026.
Momentum tersebut biasanya memicu aktivitas digital masyarakat secara masif, mulai dari komunikasi video, penggunaan media sosial, hingga streaming hiburan selama perjalanan mudik.
Selain itu, penggunaan aplikasi navigasi, layanan transportasi online, hingga transaksi digital juga diprediksi meningkat tajam saat jutaan masyarakat melakukan perjalanan ke kampung halaman.
Pemerintah Monitor Spektrum Frekuensi
Untuk menjaga kualitas layanan selama masa padat komunikasi itu, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia telah menyiapkan sejumlah langkah teknis.
Salah satunya adalah melakukan pemantauan intensif terhadap penggunaan spektrum frekuensi melalui Balai Monitoring Komdigi.
Langkah ini bertujuan memastikan seluruh perangkat yang menggunakan frekuensi radio dapat beroperasi secara optimal, termasuk layanan:
komunikasi seluler
sistem penerbangan
komunikasi maritim
perangkat radio lainnya
“Balai monitoring Komdigi sudah melakukan monitor spektrum frekuensi agar perangkat-perangkat yang menggunakan frekuensi radio, seluler, penerbangan, dan maritim dapat berjalan dengan baik,” jelas Ismail.
Menurutnya, skenario pengawasan tersebut telah dipersiapkan sejak jauh hari sehingga diharapkan implementasinya di lapangan dapat berjala n lancar.
“Persiapannya sudah cukup matang dan mudah-mudahan di lapangan dapat diimplementasikan dengan baik,” ujarnya.
Operator Seluler Siapkan Backup Jaringan
Pemerintah juga menggandeng sejumlah operator telekomunikasi nasional untuk memastikan kapasitas jaringan tetap stabil selama periode mudik.
Operator yang terlibat antara lain:
Telkomsel
Indosat Ooredoo Hutchison
XL Axiata
Para operator tersebut telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi, termasuk menambah kapasitas jaringan di wilayah yang diprediksi mengalami lonjakan pengguna.
Beberapa titik yang menjadi fokus penguatan jaringan meliputi:
jalur tol utama
stasiun kereta api
terminal bus
pelabuhan penyeberangan
bandara
rest area
pusat keramaian atau crowd area
“Teman-teman operator seluler sudah mempersiapkan backup plan untuk menambahkan jaringan di daerah-daerah yang rawan terjadi penumpukan,” kata Ismail.
Titik Rawan Kemacetan Trafik Digital
Selain jalur transportasi, pemerintah juga mengantisip asi lonjakan trafik di sejumlah wilayah tujuan mudik yang biasanya mengalami peningkatan populasi sementara selama libur Lebaran.
Wilayah-wilayah tersebut umumnya berada di:
Pulau Jawa bagian tengah dan timur
wilayah Sumatera
kota-kota tujuan wisata
daerah dengan konsentrasi pemudik tinggi
Penambahan kapasitas jaringan biasanya dilakukan melalui berbagai cara, seperti:
pengoperasian mobile base transceiver station (BTS)
optimalisasi jaringan 4G dan 5G
penguatan backbone jaringan
peningkatan kapasitas server layanan digital
Komunikasi Digital Jadi Kebutuhan Utama Pemudik
Dalam beberapa tahun terakhir, komunikasi digital menjadi kebutuhan utama selama perjalanan mudik.
Pemudik memanfaatkan jaringan internet untuk berbagai aktivitas, seperti:
memantau kondisi lalu lintas secara real time
mengakses peta navigasi
berkomunikasi dengan keluarga
berbagi momen perjalanan melalui media sosial
melakukan transaksi digital
Karena itu, stabilitas jaringan telekomunikasi menjadi faktor penting untuk mendukung kelancaran arus mudik nasional.
Pemerintah Optimistis Layanan Tetap Stabil
Dengan koordinasi antara pemerintah dan operator seluler, pemerintah optimistis kualitas layanan telekomunikasi selama mudik Lebaran tahun ini tetap terjaga.
Ismail menegaskan berbagai skenario antisipasi telah disiapkan agar masyarakat tetap dapat menikmati layanan komunikasi tanpa gangguan berarti selama perjalanan mudik.
“Antisipasi ini sudah dilakukan dengan baik oleh kita semua,” ka tanya.
Pemerintah berharap langkah-langkah tersebut mampu memastikan konektivitas digital tetap stabil di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat selama musim mudik Lebaran 2026.*
Inung R Sulistyo


Kemkomdigi memprediksi lonjakan trafik data hingga 40 persen saat mudik Lebaran 2026. Pemerintah dan operator seluler menyiapkan berbagai langkah antisipasi untuk menjaga stabilitas jaringan telekomunikasi.