RIWARA.id - Konflik antara Iran dan Israel kembali memanas. Teheran pada Selasa (10/3) mengklaim pasukannya telah menyerang fasilitas energi strategis Israel di kota pelabuhan Haifa.
Militer Iran menyebut serangan itu menargetkan kilang minyak serta tangki penyimpanan bahan bakar milik Israel sebagai bagian dari respons terhadap serangan sebelumnya yang menghantam fasilitas energi Iran.
“Angkatan udara Iran, sebagai respons atas serangan terhadap fasilitas penyimpanan minyak Iran, menggunakan drone untuk menyerang kilang minyak dan gas serta fasilitas penyimpanan bahan bakar milik rezim Zionis di Haifa,” demikian pernyataan militer Iran yang dikutip media pemerintah Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB).
Pernyataan tersebut menyebutkan serangan dilakukan dalam beberapa jam terakhir menggunakan drone tempur.
Informasi ini dikutip Riwara.id pada hari ini, Rabu, 11 Maret 2026 dari kantor berita Rusia, Sputnik.
Sirene Perang di Israel
Di pihak lain, militer Israel Defense Forces (IDF) menyatakan telah mendeteksi peluncuran rudal baru dari wilayah Iran menuju Israel.
Menurut IDF, sistem pertahanan udara Israel l angsung diaktifkan untuk mencegat ancaman tersebut.
Laporan dari koresponden kantor berita RIA Novosti menyebutkan sirene serangan udara terdengar di berbagai wilayah Israel, termasuk di kota Tel Aviv.
Ledakan juga terdengar di langit, yang diduga berasal dari operasi pencegatan rudal oleh sistem pertahanan udara Israel.
Sistem peringatan roket Israel bahkan mengaktifkan alarm di sebagian besar wilayah Israel tengah, termasuk area Yerusalem serta wilayah Tepi Barat.
Situasi tersebut memicu kepanikan warga yang bergegas menuju tempat perlindungan bom.
Korban Mulai Berjatuhan
Ketegangan ini bukan tanpa korban. Pada Senin (9/3), satu orang dilaporkan tewas dan beberapa lainnya terluka di wilayah Israel tengah akibat pecahan roket yang jatuh.
Insiden tersebut semakin mempertegas bahwa konflik yang meningkat dalam beberapa hari terakhir mulai berdampak langsung pada warga sipil.
Otoritas Israel belum merilis angka korban terbaru terkait serangan yang terjadi pada Selasa.
Awal Eskalasi Konflik
Eskalasi konflik ini bermula pada 28 Februari ketika Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran.
Serangan tersebut dilaporkan menghantam berbagai lokasi strategis, termasuk di i bu kota Iran, Teheran.
Pemerintah Iran menyebut serangan itu menyebabkan kerusakan pada fasilitas vital dan menimbulkan korban sipil.
Sebagai balasan, Iran kemudian melancarkan serangan ke wilayah Israel serta sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Sejak saat itu, aksi saling serang antara kedua pihak terus meningkat dan memicu kekhawatiran akan konflik yang lebih luas di kawasan.
Ancaman Eskalasi Regional
Para analis keamanan menilai eskalasi antara Iran dan Israel berpotensi memicu ketegangan regional yang lebih besar.
Konflik langsung antara kedua negara selama ini relatif jarang terjadi secara terbuka, tetapi serangan terbaru menunjukkan perubahan dinamika yang lebih berbahaya.
Jika intensitas serangan terus meningkat, bukan tidak mungkin konflik ini melibatkan lebih banyak aktor regional maupun kekuatan global.
Timur Tengah sendiri telah lama menjadi kawasan yang sensitif secara geopolitik, dengan rivalitas lama antara Iran dan Israel yang kerap memicu konflik tidak langsung melalui berbagai front.
Kini, serangan langsung terhadap fasilitas energi dan wilayah perkotaan membuat risiko eskalasi semakin nyata.*
Inung R Sulistyo





Iran mengklaim menyerang kilang minyak di Haifa, Israel, menggunakan drone. Sirene perang terdengar di Tel Aviv setelah sistem pertahanan Israel mencegat rudal dari Iran.